Jumat, 23 April 2010

Lima Calon Independen Harus Kejar Dukungan

KALTIM POST
Jum'at, 23 April 2010 , 08:29:00
Lima Calon Independen Harus Kejar Dukungan

Hasil verifiksi faktual terhadap 5 bakal calon kepada daerah dan wakil kepala daerah dari jalur independen masih berlanjut. Namun dari hasil sementara, KPUD menyatakan 5 pasangan calon belum memenuhi syarat. Ketua KPUD Samarinda, Syariffudin meminta kepada 5 pasangan untuk terus menambah dukungan tambahan sesuai terget KPUD 30.871 suara.

“Lima calon semuanya kurang, kami meminta mereka mencari dukungan tambahan. Jika saat pengumuman penetapan calon dan secara administratif mereka belum memenuhi syarat maka kami nyatakan tidak lolos,” kata Syarifuddin kepada media ini kemarin (22/4)

Kendati demikian, 5 pasangan tetap diperbolehkan mendaftar ke KPUD sesuai tahapan pilkada yang dimulai 22 hingga 29 April.

“Boleh saja mendaftar, nanti kan ada masa perbaikan tanggal 9 sampai 16 Mei,” ujarnya.

Seperti diketahui, lima pasangan dari jalur independen adalah Dhani Firnanda dan Ridwan Effendi, Riswan Asmaran-Nasir Walidi, Iriansyah Busra-Ahmad Faidilham, Senci-Corolus Tuah, dan Sutrisno-Yulianus Henock Sumual.

Secara aturan pasangan yang akan maju dari jalur independen harus mendapat dukungan 4 persen dari 550.075 jumlah pemilih potensial di Samarinda atau 30.871 KTP. (fid)

Jumat, 02 April 2010

KLIPING BERITA : SENCI-TUAH




POSKOTA KALTIM

Senci-Tuah Serahkan 33.245 Dukungan ke KPUD


@ Kandidat Jalur Independen di Pilkada Samarinda

2010-03-22 07:49:56


SAMARINDA-Pasangan kandidat Calon Walikota (Cawali) dan Calon Wakil Walikota (Cawawali) jalur independen Senci Han-Carolius Tuah secara resmi menyerahkan berkas dukungan ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Samarinda di Jl Junda, Sabtu (20/3) sekitar pukul 24.00 wita.
Senci-Tuah menyerahkan berkas dukungan sebanyak 33.245. Dan, KPUD Samarinda menyatakan Senci-Tuah dapat mengikuti proses verifikasi tahap I di PPS, PPK dan KPUD mulai 21 Maret hingga 21 April.
"Kami menyadari bahwa berkas dukungan tahap I masih banyak kekurangannta. Karena itu, mulai besok (hari ini,red), kami akan bergerak untuk menggalang dukungan yang lebih kuat untuk penambahan dukungan tahap II, verifikasi yang dilakukan paska pendaftaran calon 22 April nanti. Karena potensi dukungan kami yang lebih kuat baru solir paska tadi malam (kemarin lalu, red)," ungkap kandidat Cawali Samarinda Senci Han kepada Poskota Kaltim, Sabtu (20/3) melalui telpon selulernya.
Menurut dia, penyerahan berkas dukungan Cawali dan Cawawali ke KPUD kemarin, merupakan bukti keseriusannya berpasangan dengan Carolius Tuah untuk terjun bersaing di Pilkada Samarinda melalui jalur independen. "Kami hanya ingin membuktikan bahwa Senci-Tuah serius dan fight di Pilkada Samarinda ini," tandasnya. sob


-------------------------------------------------------------------------------------
KALTIM POST
Kamis, 25 Maret 2010 , 15:33:00
KPU Cek Dukungan Calon Independen


Bagi berita/artikel ini kepada rekan atau kerabat lewat Facebook
SAMARINDA – Penyerahan dukungan calon perseorangan yang akan maju di Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Samarinda telah berakhir Sabtu (20/3) lalu. Hasilnya, 5 bakal calon wali kota (bacawali) dan bacawawali Samarinda jalur independen yang masuk ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mereka adalah Dhani Firnanda dengan wakilnya Ridwan Effendi, Riswan Asmaran bersama Nasir Walidi, Iriansyah Busra dan Ahmad Faidilham, Senci bersama Corolus Tuah, terakhir Sutrisno dan Yulianus Henock Sumual.

“Semunya memenuhi persyaratan dengan minimal dukungan 30.871 suara,” kata ketua pokja pencalonan Ramon Dearnov Saragih kepada media ini.

Setelah tiga hari ini melakukan verifiksi administrasi tentang kebenaran dukungan calon perseorangan itu, hari ini pihak KPU mulai melakukan verifikasi faktual dengan mendatangi rumah ke rumah untuk mengecek kebenaran dukungan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang diberikan tim sukses masing-masing pasangan.

“Sesuai jadwal verifikasi administrasi dilakukan 3 hari dan berakhir hari ini. Selanjunya verifikasi faktual hingga tanggal 5 April mendatang. PPS akan mengecek, apa benar nama di KTP yang mereka setorkan itu benar. Jika syarat tidak lengkap pasangan tersebut tidak lolos verifikasi,” terangnya.

“Untuk mempermudah, kami minta masing-masing tim sukses bisa mengumpulkan pendukungnya,” sambungnya.

KPU telah mensyaratkan bagi pasangan yang akan maju dari jalu independen mendapat dukungan 4 persen dari 550.075 orang jumlah pemilih potensial di Samarinda atau 30.871 KTP.

Setelah diverifikasi di PPS, lanjut Ramon, hasil tersebut akan dibawa ke PPK untuk diverifikasi kembali dari tanggal 6 hingga 13 April. Terakhir verifikasi di KPU kota tanggal 14 sampai 21 April.

“Jika lulus verifikasi, mereka bisa mendaftarkan resmi ke KPU sebagai calon wali kota tanggal 22 sampai 29 April mendatang,” tutup Ramon. (fid)


--------------------------------------------------------------------------------------
TRIBUN KALTIM
5 Calon Serahkan KTP Dukungan

Minggu, 21 Maret 2010 | 21:41 WITA


SAMARINDA – Sebanyak lima pasangan calon perseorangan atau independen Pemilihan Walikota (Pilwali) Samarinda 2010 resmi menyerahkan daftar dukungannya ke Komisi Umum Pemilihan Daerah (KPUD) Samarinda. Mereka adalah Riswan Asmaran berpasangan dengan Nasir Waladi, Dani Firnanda dengan Ridwan Effendi, Senci Han dan Carolus Tuah dan Sutrisno-Yulianus Henock.

Penyerahan daftar dukungan berupa KTP masyarakat Samarinda minimal 30.187 buah adalah persyaratan utama yang harus dilakukan oleh calon independen sebelum mendaftarkan diri secara resmi sebagai pasangan calon walikota dan calon wakil walikota dalam Pilwali Samarinda, 2 Agustus mendatang.

"Kami KPUD telah menjadwalkan untuk membuka tahapan penyerahan daftar dukungan itu sejak 15 sampai 20 Maret kemarin. Dan hasilnya sebanyak lima pasangan secara resmi menyerahkan daftar dukungannya," kata Ramoun Ketua Pokja Pencalonan KPUD Samarinda, Minggu (21/3).

Penyerahan itu dikatakannya, belum menjadi jaminan kelima pasangan calon resmi atau sah sebagai calon Pilwali. Selama dua pekan atau 14 hari, KPUD melalui Panitia Pemungutan Suara (PPS) ditiap kecamatan akan melakukan verifikasi secara langsung atas daftar dukungan yang diserahkabn oleh calon independen tersebut..

"Verifikasi dilakukan dengan terjun langsung untuk mengkroscek fotocopy KTP yang mereka serahkan. Makanya sejak awal kami sudah imbau kepada mereka, agar fotocopy KTP yang dikumpulkan harus yang masih hidup (berlaku), dan kalau bisa jangan tepat dengan ketentuan 30.187 KTP tersebut, tapi lebih, jadi kalau diverifikasi ada beberapa yang salah bisa yang lainnya menutupi," ujarnya menjelaskan.

Ditambahkan Ramoun, selama proses penyerahan daftar dukungan, kelima pasangan calon melakukan bermacam-macam cara dalam menyerahkannya. Mulai dari hanya membawa beberapa orang tim sukses, hingga sejumlah calon mengerahkan massa pendukungnya dengan melakukan arak-arakan mobil.

"Tapi memang diakhir-akhir masa penyerahan akan habis atau sekitar tanggal 19 dan 20 Maret kemarin, banyak yang datang. Hari pertama kita buka, masih kosong, kecuali Riswan Asmaran yang berpasangan dengan Nasir Waladi tanggal 18 Maret, mereka sudah menyerahkannya," tambahnya. (aid)

--------------------------------------------------------------------------------------
TRIBUNKALTIM
4 Calon Independen Siap Maju

Jumat, 12 Maret 2010 | 21:42 WITA


SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Samarinda menggelar sosialisasi teknis tata cara pencalonan untuk jalur perseorangan atau independen dalam Pemilihan Walikota (Pilwali) Samarinda 2010, Jumat (12/3). Dari sosialisasi tersebut, empat bakal calon Walikota (cawali) dipastikan bakal maju. Mereka adalah Iriansyah Busro, Dani Firnanda, Riswan Asmaran dan Senchi Han.

Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) Pencalonan KPUD Samarinda Rudiansyah mengatakan, sosialisasi teknis tata cara itu sangat diperlukan mengingat calon independent memiliki tata aturan tersendiri dibandingkan pasangan calon yang diusung oleh Partai Politik (Parpol).

Misalnya sudah kita tetapkan, calon independen yang dinyatakan layak maju adalah yang mampu mengumpulkan dukungan melalui KTP berjumlah 30.187 orang. Yang kemudian nantinya akan kita lakukan verifikasi untuk memantapkannya,” kata Rudi, Jumat (12/3).

Dari teknis itu, menurutnya, yang paling diketahui oleh calon independent adalah proses verifikasi KPUD. Sebab, verifikasi itu akan dilaksanakan secara terbuka atau langsung ke lapangan. Dan ketika dari daftar dukungan KTP yang diserahkan tersebut, tak sesuai maka calon bersangkutan akan dinyatakan gugur atau tak lolos ke tahapan selanjutnya, yakni mendaftar sebagai calon.

Karena itu kami mengimbau, KTP yang dikumpulkan harus benar-benar KTP yang masih berlaku. Termasuk barangkali jumlahnya jangan sampai pas-pasan dengan ketentuan yang telah ditetapkan, hal itu untuk menghindari ketika ada kesalahan dari jumlah KTP yang dikumpulkan tersebut,” ujarnya.

Dikatakannya, sosialisasi dilaksanakan sebab pada tanggal 15 – 20 Maret mendatang, tahapan penyerahan daftar dukungan itu mulai dibuka.

Termasuk juga tadi, kami meminta kepada para calon independent ketika akan menyerahkan daftar dukungan untuk bisa berkonfirmasi dengan KPUD. Hal itu untuk memudahkan kerja KPUD dalam proses verifikasi nantinya,” ujarnya.

Ditambahkannya, karena jadwal tahapan penyerahan daftar dukungan sudah tinggal beberapa hari lagi, kepada calon independent yang akan maju untuk segera mempersiapkan segala sesuatunya. (aid)
------------------------------------------------------------------------------------------
SAMARINDA POS
Rabu, 3 Maret 2010
Setengah Persyaratan Belum Terpenuhi, Sasar Masyarakat Rasional
Mereka yang Nekat Maju Jalur Independen; Sencihan - Carolus Tuah (2)


BERATNYA persyaratan yang dibebankan untuk calon independen pada Pemilihan Walikota (Pilwali) Samarinda 2010 mendatang, bisa saja memupus harapan calon yang berniat maju melalui jalur perseorangan ini.

SETIAP calon independen yang berniat maju pada Pilwali Samarinda Agustus 2010 nanti memang harus mendapatkan minimal 30.871 dukungan masyarakat Kota Tepian dan mesti dibuktikan dengan KTP. Namun, sampai sekarang pasangan aktivis Sencihan dan Carolus Tuah yang juga berniat maju, baru mengumpulkan setengah dari persyaratan tersebut. Padahal, deadline yang diberikan KPUD Kota Samarinda akan berakhir pada pertengahan bulan ini.

Meski begitu, hal tersebut sama sekali tidak membuat pasangan ini menyerah. Sencihan mengatakan, pihaknya terus bekerja keras dengan melakukan mobilisasi massa untuk mengumpulkan dukungan berupa KTP dari masyarakat.

"Sampai sekarang kami baru mengumpulkan sekitar 20 ribu dukungan. Tapi kami targetkan hingga batas akhir nanti kita bisa menambah sekitar 20 ribu dukungan lagi. Karena target kita memang mendapat paling tidak 40 ribu dukungan masyarakat," ujar Sencihan yang juga dikenal sebagai aktivis.

Mengenai hal ini, Sencihan mengaku pihaknya telah melakukan komunikasi dengan KPUD, agar batas akhir pengumpulan persyaratan tersebut dapat diundur. "Tapi keputusan KPUD tidak akan berubah. Yakni pertengahan bulan ini dukungan tersebut sudah harus kita dapatkan. Tapi ini bukan masalah, karena tim sampai sekarang juga terus mengejar target tersebut," urainya.

Kendati begitu, Sencihan mengaku keputusannya untuk maju di Pilwali mendatang bukan karena faktor nekat. Ia mengaku, kendati diprediksi sulit bersaing dengan pasangan-pasangan yang diusung calon dari parpol besar, namun harapan untuk tetap maju masih ada.

"Kami maju karena menganggap peluang masih ada. Jadi tidak ada salahnya jika jalur independen yang kita gunakan," tukasnya lagi.

Menurutnya, keputusannya untuk maju pada Pilwali ini adalah bagian dari cara mereka yang ingin memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. "Keputusan kami maju karena memang ada celah. Kami yakin kelompok masyarakat yang selama ini berpikir rasional bisa menjadi lumbung kami dalam meraih dukungan tersebut," urainya. (Abdurrahman Amin/habis)


-----------------------------------------------------------------------------------------
KALTIM POST
Kamis, 04 Februari 2010 , 08:10:00
Mengamati Perkembangan Pilwali Samarinda (6)
Dani Klaim 30 ribu KTP, Senci Han-Carolus Tuah Yakin Lolos


PERTARUNGAN dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda dipastikan seru. Dua calon yakni Senci Han dan Dani Firnanda dipastikan ikut dalam pencalonan menuju KT 1 Samarinda. Keduanya bahkan sudah bergerak mengumpulkan KTP untuk memenuhi syarat maju dalam Pilwali.
Dari jalur independen Dani Firnandah optimis melangkah maju bersaing merebut kursi Wali Kota Samarinda. “Saya tetap di jalur independen,” tegas Dani Firnandah ketika ditanya kesiapannya maju di Pilwali Agustus mendatang. Optimisme terucap ketika Pria kelahiran Samarinda ini mengklaim telah mengumpulkan 30 ribu KTP sebagai ‘mahar’ yang harus dipenuhi calon independen
Seperti diketahui, persyaratan bagi calon independen memang terbilang berat, sedikitnya harus mengantongi 4 persen KTP dari 700 ribu jumlah penduduk Samarinda atau paling sedikit 28 ribu KTP.
“Saat ini sudah terkumpul 30 ribu KTP, saya optimis bisa tembus 35 ribu, ” ucapnya.
Angkat tersebut, akunya, didapat hanya dalam waktu Satu setengah bulan dengan pendekatan door to door disamping membuka posko-posko ‘penggalaan’ KTP. Tentang figur wakil wali kota yang akan dipilihnya, Dani tidak mempermasalahkan jika figur tersebut berasal dari kalangan politisi.
Sementara itu, kalau Senci Han (34) dan Carolus Tuah (35) ditetapkan KPU lolos dalam pilwali mendatang, pasangan itu dipastikan sebagai termuda dibandingkan calon lainnya. Keuda pentolan Pokja 30 tersebut mengaku, terus mengumpulkan KTP untuk melengkapi syarat lolos verifikasi. Total yang dikumpulkan memang baru 1.500 yang lengkap dengan tanda tangan. Namun, Senci Han menargetkan hingga akhir Maret nanti pengumpulan sudah selesai dilakukan. “Tak masalah. Waktu masih panjang. Memang ada kesulitan dalam pengumpulan KTP. Rata-rata orang Samarinda masih takut kami mintai KTP untuk dukungan, terutama ketika harus membubuhkan tanda tangan,” ungkap Senci kepada Kaltim Post, kemarin.
Terpisah, bakal calon yang digadang-gadang bakal maju adalah Mas Jaya. Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Mulawarman (Unmul) ini awalnya mencalonkan diri menjadi bacawali. Seiring waktu, Mas Jaya terkesen ‘mengintip’ kursi nomer dua dari beberapa nama sudah santer terdengar lebih dahulu.
“Di antara calon wali kota lainnya, mereka lebih populer di masyarakat dan lebih lama melakukan sosialisasi. Bukan berarti saya kalah popularitas, namun jika tidak bisa nomor satu, ya nomor dua juga tidak masalah,” ungkapnya.
Menurutnya, posisi wakil Wali kota dalam hal pengabdian ke masyarakat sama dengan Wali Kota. Meski begitu, ia enggan dikatakan mengincar posisi Wakil Wali kota sebagai loncatan untuk menjadi orang nomer satu.
“Ukuran atau menilai seseorang itu dari hasil karyanya. Jika masyarakat menganggap baik kinerjanya, maka tak menutup kemungkinan maju sebagai calon nomor satu. Tapi jika buruk kinerjanya, maka pasti masyarakat tidak akan memilih,” tegasnya. (azhari hafid/uways alqadrie/habis)
-------------------------------------------------------------------------------------