Jumat, 16 Oktober 2009

PROFIL SINGKAT SENCIHAN






Nama : SENCIHAN

Tempat, Tgl Lahir : NUNUKAN, 30 JULI 1975

Agama : ISLAM

Status Pernikahan : MENIKAH

Isteri : SUKMAWATY ,ST, M.M

Anak : 1 ORANG (RANGGA AZHARI)



1. Pendidikan Formal :

• SDN 001 Dusun Pembliangan-Desa Sebuku (1982-1984)
• SDN 002 Kecamatan Nunukan (1984-1985)
• SDN 009 Kota Samarinda (1985-1986)
• SDN 005 Kota Samarinda (1986-1988)
• SMP 5 Negeri Samarinda (1988-1991)
• SMA 3 Negeri Samarinda (1991-1994)
• FKIP PPKN Universitas Mulawarman – Samarinda (1994-1998)


2. Pendidikan Informal :

• Pelatihan Volunteer Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kaltim (1995).
• Pelatihan Konseling Remaja – Cipta Ceria Etam (CCE) / PKBI Kaltim (1995).
• Pelatihan Pendidik Sebaya untuk HIV/AIDS, Kesehatan Reproduksi – CCE / PKBI Kaltim (1995).
• Pelatihan & Lokakarya Relawan Pemantau Pemilu (KIPP, Leksip, LBB Putijaji) tahun 1999.
• Pelatihan & Lokakarya Pemantau Korupsi (ICW) tahun 2001.
• Pelatihan Investigasi Korupsi (ICW) tahun 2001.
• Pentaloka program transparansi keuangan negara (MTI) tahun 2001.
• Pelatihan FIXER Program National Democratic Institute (NDI) tahun 2002.
• Training-Workshop Manajemen Program (CPT/CSSP-USAID) di Makassar tahun 2002.
• Training Of Trainer (ToT) Monitoring dan Evaluasi Proyek/Program (CPT/CSSP-USAID) tahun 2002.
• Training-Workshop Penulisan proposal program/proyek (USC.Satunama-CSSP) di Yogyakarta tahun 2003.
• Training & Workshop Valuasi Sumberdaya Alam (NRM) Tahun 2003.
• Training-Workshop untuk konsultasi-evaluasi penyusunan indikator sukses program Asian Development Bank (ADB) di Jakarta tahun 2003.
• Pentaloka Anggaran Daerah Berbasis Kinerja (FITRA) tahun 2003.
• Training Monitoring & Advokasi APBD (FITRA) tahun 2003.
• Training Anggaran Kinerja (ICMA-BIGG) tahun 2003.
• Training-Workshop Fundraising Public for NGO (NDI, ICW) di Jakarta tahun 2004.
• Training & Workshop POLITICAL TRACKING (ICW, LSPP) di Jakarta tahun 2004.
• Training campaign & organizing winning the local election (SSS,JCG) di Bogor tahun 2005.
• Training Survei Opini Publik di Jakarta tahun 2005.
• Pentaloka Manajemen Perkotaan (ITB) di Bandung tahun 2007.
• Kursus Manajemen Kepemimpinan (PPM) di Jakarta tahun 2007.


3. Riwayat Pekerjaan :

• PJUP. Unit Konseling Remaja CCE-PKBI Kaltim (1995-1996).
• Sales PT.DXN (1998-2000).
• Fixer NDI di Kaltim pada program penguatan kapasitas lima partai politik pemenang pemilu tahun 1999 (Golkar, PDIP, PPP, PAN, PKB) (2001-2002).
• Project Manager – Public Service Reform - Pokja 30-CSSP/USAID (2002-2003).
• Managing Partners Grup ASPeK Kaltim (2005-sekarang).
• Local Associates PT.Puri Consulting Jakarta untuk wilayah Kaltim (2004-2006).
• Manajer Usaha Perkasa Tour & Travel (2007-2009).
• Direktur CV. Intidaya Kurir & Kargo (2008-sekarang).
• Owner Bussines Dealer Pulsa Super (2009-sekarang)
• Operasional Agen PT.CV.Titipan Kilat (2009-sekarang)


4. Riwayat Organisasi :

• Wakil Ketua OSIS SMP 5 Negeri Samarinda (1989-1990).
• Wakil Ketua Palaga SMA 3 Negeri Samarinda (1992-1993).
• Pengurus HMJ IPS FKIP Unmul (1995-1996)
• Relawan CCE-PKBI Kaltim (1995-1997)
• Pengurus UKM. IMAPA Unmul (1995-1996).
• Anggota Badan Pengawas Kopma Unmul (1996-1998).
• Ketua Umum Senat Mahasiswa Unmul (1997-1998).
• Pendiri UKM. Tajuk 9 Unmul (1999).
• Anggota Badan Pendiri FH. Pokja 30 (2000-sekarang).


5. Penghargaan & Prestasi :


• Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah bidang sejarah tingkat nasional yang diadakan oleh LIPI kategori pelajar tingkat SLTP tahun 1991 mewakili provinsi Kaltim.

• Juara III lomba lintas alam se kota samarinda mewakili PALAGA SMA 3 Negeri Samarinda tahun 1992.

• Juara I lomba diskusi dan debat LP2P4 BP7 tingkat perguruan tinggi se kota samarinda mewakili UNMUL tahun 1996.

• Juara I lomba diskusi dan debat LP2P4 BP7 tingkat perguruan tinggi se provinsi Kaltim mewakili Kota Samarinda tahun 1996.

• Juara harapan III lomba diskusi dan debat LP2P4 BP7 tingkat perguruan tinggi se indonesia (nasional) mewakili provinsi Kaltim tahun 1996.

• Juara I lomba diskusi dan debat LP2P4 BP7 tingkat perguruan tinggi se kota samarinda mewakili UNMUL tahun 1997.

• Juara I lomba diskusi dan debat LP2P4 BP7 tingkat perguruan tinggi se kaltim mewakili kota Samarinda tahun 1997.

• Juara III lomba diskusi dan debat LP2P4 BP7 tingkat perguruan tinggi se indonesia (nasional) mewakili provinsi Kaltim tahun 1997.

• Relawan Teladan CCE-PKBI Kaltim tahun 1996.

• Penghargaan sebagai peserta training Manajemen Monitoring dan Evaluasi Proyek atau program dari CPT/CSSP-USAID tahun 2002 di Makassar.

• Penghargaan sebagai peserta workshop Penyusunan indikator dan monitoring proyek Asian Development Bank tahun 2003 di Jakarta.

• Penghargaan sebagai peserta training writing project proposal USC.SATUNAMA-CSSP-USAID tahun 2002 di YogyakartaJuara Harapan I Lomba Diskusi LP2P4 Mewakili Provinsi Kaltim di Tingkat Nasional Kategori Perguruan Tinggi (BP7 Pusat) di Jakarta tahun 1996.

6. Kiprah diberbagai bidang :


• Sebagai Fasilitator dan Nara Sumber diberbagai kegiatan pelatihan pendidik sebaya (peer educator) untuk remaja di kota samarinda dan kota balikpapan dalam hal pedidikan kesehatan reproduksi dan penanggulangan HIV/AIDS, aktif juga menjadi nara sumber pada acara konsultasi interaktif curhat kalangan remaja di radio baik di RRI Pro 2 Samarinda, Radio Paras Samarinda, Radio Suara mahakam Samarinda. tahun 1995-1996.

• Aktif sebagai nara sumber di berbagai kegiatan seminar, lokakarya, pelatihan, dan lain-lain, aktif juga menulis opini di media massa dan sebagai nara sumber juga pengamat dipemberitaan berbagai media baik elektronik (Radio dan TVRI) maupun media cetak surat kabar dan majalah (Kaltimpost, Pos Kota, Koran Kaltim, Suara Kaltim, Tribun Kaltim, Samarinda Pos, KOMPAS, TEMPO, FORUM, GATRA, BONGKAR, EKSTREEM, dll)dalam berbagai tema mulai dari persoalan korupsi, Tata Pemerintahan, Pelayanan Publik, Politik hingga otonomi daerah. tahun 1997 s/d 2009.

• Beberapa kali terlibat sebagai pembicara, moderator dan inisiator kegiatan para pakar dibidangnya ditingkat nasional , pada kegiatan-kegiatan seminar, lokakarya dan dialog publik yang dilaksanakan di kota samarinda. para pakar tersebut diantaranya Revrisond Baswir, Ichsanuddin Norsy, Faisal Basri, Harun Al Rasyid (Guru Besar Hukum Tata Negara UI), Teten Masduki, Ryaas Rasyid, Andi Malarangeng, Ali Kodra, dll. juga dengan pakar-pakar ditingkat lokal seperti Pak Sarosa Hamongpranoto, Alm.Noor Syamsu Agang, Alm. Arifin Leo, Sugeng Hariyadi, Rusmadi,P.hd, Prof.Sutadji, Iswan Priady, dll. tahun 2001-2009.

• Terlibat aktif dalam penggalangan dukungan warga baik berupa pakaian bekas, sembako,dll untuk membantu korban bencana Tsunami di aceh melalui kerjasama antara POSKO TSUNAMI POKJA 30 dengan Tribun Kaltim dan Stasiun Metro TV tahun 2004, juga beberapa posko bencana banjir tahun 1998 dan 2008-2009 dan kebakaran yang terjadi dikota samarinda tahun 2004-2009.

• Terlibat aktif dalam penulisan jurnal bulanan Political & Economic Brief (PEB) PT. Puri Consulting sebagai local associates region kaltim yang melibatkan para pakar dan mantan pejabat negara dalam proses penulisannya seperti Bara Hasibuan, Faisal Basri, Kuntoro Mangkusubroto (mantan Menteri PU dan sekarang kepala Badan Rehabilitas ACEH), Rozik B Soecipto (Mantan Dirjen Pertambangan Umum dan Menteri PU), Ben Subrata,dll. tahun 2005-2008.

• Sebagai asisten fasilitator program pendidikan dan pengembangan kapasitas manajemen-strategi-anggaran untuk 5 partai politik pemenang pemilu nasional tahun 1999 (GOlkar, PDIP, PAN, PPP, PKB)yang dilaksanakan oleh National Democratic Institute (NDI) di provinsi Kaltim bekerjasama dengan pengurus wilayah 5 parpol tingkat provinsi kaltim . tahun 2001-2002.

• Kontributor BUKU 'menguak tabir kelola alam' terbitan APKSA Kaltim tahun 2001, Penyusun dan editor BUKU 'Air, Keadilan untuk semua' terbitan FH. Pokja 30 dan BUKU 'perencanaan anggaran (APBD) yang partisipatif' terbitan FH. Pokja 30.



7. Latar Belakang keluarga :


Sejak kelas empat SD (1985) sudah menetap di Kota Samarinda hingga sekarang. Nama sencihan pada saat awal diberikan oleh nenek dari pihak bapak senci, Ejaannya adalah Senjihan, Namun diakte kelahiran dan ijasah SD tertulis Sencihan dan digunakan hingga sekarang sebagai nama resmi. Nama panggilan (nama kecil) senci yang diberikan oleh keluarga dari pihak ibu senci adalah Nanang dan sampai sekarang nama panggilan itu lebih akrab di kalangan keluarga ketimbang nama sencihan.

Berasal dari latar belakang keluarga sederhana dan dari latar belakang sukubangsa campuran ; Toraja, Sunda, Banjar, India.

Orang tua; Hanafiah (Bapak) dan Hj.Masliah.T (Ibu) , kedua orang tua pensiunan tenaga medis, Saudara (Adik) kandung 1 orang (Delvi Hanifah,Amd.Kep) juga berprofesi sebagai tenaga medis. Adik Ipar (M.Hamzah,Amd.Kep) juga berprofesi sebagai tenaga medis.

Kakek senci dari pihak ibu ; Alm.Muhammad Taliyo

Kakek senci dari pihak bapak ; Alm. Matius Paga

Nenek senci dari pihak bapak ; Alm. Dijjah Rahmah Serang Kadir

Nenek senci dari pihak ibu ; Alm. Siti Fatimah

Sencihan menikah pada tgl 21 april 2007 dengan Sukmawaty,ST,MM, Puteri atau anak ketiga dari pasangan H.Zubair Ischak dan Hj. Siti Murtinah dan Sukmawaty juga berlatarbelakang dari keluarga sederhana dan berasal dari latar belakang sukubangsa campuran Bugis Bone dan Jawa Tengah.

Buah hati pertama dari sencihan dan sukmawaty seorang putra bernama Rangga Azhari, Lahir pada tanggal 10 Pebruari 2008.

SENCI ON AIR 1 : PERSIAPAN MENUJU BALAIKOTA SAMARINDA



TRANSKRIP WAWANCARA RADIO SENCI FOR WALIKOTA. MARET 2009

W : Apakah anda serius akan maju berkompetisi dalam pilwali samarinda tahun 2010 ?, Beberapa kalangan beranggapan anda tidak serius dan apalagi anda dikenal terkesan alergi pada dunia politik parktis, terbukti beberapa tawaran dari parpol agar anda jadi calon anggota legislatif mewakili parpol-parpol itu dari pemilu tahun 1999, 2004 dan tahun 2009 ini, anda tolak semua. Tanggapan anda ?

S : Saya serius untuk maju dalam pilwali samarinda tahun 2010,makanya dari sekarang saya sudah mulai bergerak untuk menyakinkan beberapa kalangan soal kompetensi kepemimpinan saya. Saya tidak alergi dengan dunia politik bahkan cukup mendalaminya, Tahun 2001 s/d 2002 saya bahkan mendampingi dan melakukan asistensi untuk pengembangan kapasitas pengurus-pengurus wilayah lima parpol dikaltim yang juga sebagai pemenang pemilu nasional tahun 1999 (Golkar,PDIP,PPP,PAN,PKB) bersama National Democratic Institute (NDI).

W : Dalam beberapa even pilsungkada, terkait strategi untuk memenangkan kompetisi, Terkadang ada kandidat terutama incumbent biasanya yang memang menciptakan kandidat bayangan untuk memecah suara pesaingnya, apakah anda termasuk atau tidak termasuk kategori bakal kandidat pemecah suara itu?

S : Yang jelas saya bukan tipe politisi yang bisa untuk dikendalikan siapa saja, apalagi menjadi boneka kekuatan politik tertentu, Terkadang bahkan saya lebih memilih melawan ketimbang pasrah. Untuk anda ketahui, saya maju untuk menang.

W : Mengapa anda tidak menempuh jalur karier politik secara bertahap misalkan dengan menjadi anggota dewan dulu baru kemudian berkompetisi dalam ajang pilsungkada?

S : Maunya saya ya seperti itu, tapi saya menilai sejak tahun 1999 sampai dengan tahun 2009, manajemen dan proses rekrutmen di partai-partai politik tidak banyak berubah, Kader partai politik dihampir semua parpol tidak memiliki hak otonom yang lebih luas untuk mengelola konstituen dan mengawal kebijakan eksekutif. Maka dari itu, karena pintu untuk menjadi kepala daerah dari jalur calon perseorangan sudah dibuka, Saya pikir ini peluang yang sangat bagus bagi saya untuk mengaplikasikan segala kemampuan dan sumberdaya yang saya miliki beserta gagasan-gagasan saya yang selama ini lebih banyak terpendam diruang-ruang publik yang terbatas untuk di ’Go Public ’ kan.

W: apa saja yang sudah anda persiapkan atau lakukan terkait majunya anda ke pentas pilwali samarinda tahun 2010 nanti ?

S: pada tahap awal saya sudah membuat semacam draft visi-misi dan program kerja ya, tentang apa yang ingin saya buat atau lakukan sebagai kepala daerah dikota Samarinda. Saya juga sudah mensosialisasikan keinginan saya untuk maju berkompetisi dalam pilwali samarinda tahun 2010 nanti pada pihak keluarga dan kerabat, Teman-teman saya dan beberapa kalangan yang saya anggap memiliki pengaruh luas di kota ini dan respon mereka positif atas inisiatif saya ini. Saya juga sudah mulai melakukan aktivitas-aktivitas publikasi dan akan semakin meningkat frekuensi dan luas cakupannya pada hari-hari kedepan. Juga mulai melakukan rekrutmen tim pemenangan.

W : kalau dilihat dari tempat kelahiran, anda tidak lahir dikota samarinda dan mungkin tidak dibesarkan dikota ini, padahal anda juga tahu saat ini juga cukup kuat persepsi yang terbangun di masyarakat kebanyakan, bahwa pemimpin kota samarinda diharapkan dari mereka yang lahir dan besar di kota samarinda bukan ’orang luar ’ ? dan diharapkan berasal dari suku bangsa ’asli ’ samarinda oleh kelompok-kelompok tertentu. tanggapan anda ?

S : saya lahir didesa sebuku – Nunukan, kenapa lahir disana,karena orang tua saya PNS tenaga medis yang menjalani ikatan dinas di nunukan. Saya baru ikut orang tua pindah ke Samarinda pada saat saya mulai duduk dikelas 4 SD, jadi mulai kelas 4 SD saya sudah menjadi warga kota samarinda. Ayah saya lahir dibalikpapan besar di Berau, Ibu saya lahir dan besar di sanga-sanga. Kalau soal sukubangsa , saya sudah gado-gado banget, Kakek dari ayah saya dari suku toraja, nenek dari ayah saya keturunan India-pakistan. Kakek dari ibu saya dari suku sunda, Nenek dari ibu saya dari suku Banjar, jadi dalam diri saya sudah campur aduk antara toraja, banjar, india-pakistan dan sunda. Soal tuntutan agar kepala daerah berasal dari orang daerah, saya memahami aspirasi itu, saya tidak menyalahkan orang beraspirasi seperti itu, karena bisa saja memang ada masalah di situ, ini kan soal macetnya komunikasi dan keadilan serta kesetaraan. Sejak masa kanak-kanak saya sudah berbaur dengan anak-anak seusia saya dari suku-suku lokal (orang dayak dan tidung) didaerah sebuku, Rumah tempat tinggal sekaligus puskesmas yang saya tempati bersama orang tua saya disebuku merupakan tempat penyinggahan warga dari daerah hulu sungai sebuku sebelum mereka menuju pulau nunukan. Makanya ketika saya dewasa persoalan pluralisme dan ketidak adilan yang diterima oleh masyarakat lokal bukanlah sesuatu yang baru untuk saya.

W : Apa latar belakang atau alasan mendasar anda untuk maju berkompetisi dalam pilwali samarinda tahun 2010 nanti ?

S : Saya menilai ada yang keliru dalam manajemen dan pengelolaan kota ini sehingga berbagai macam persoalan dikota ini semakin hari semakin menumpuk dan tidak berkurang. celakanya cara-cara pemerintah untuk mengatasi persoalan-persoalan itu sangat parsial sehingga tidak menyelesaikan akar dari persoalan itu sendiri, Padahal kota ini memiliki potensi dan sumberdaya yang cukup besar untuk keluar dari persoalan-persoalan yang melingkupi kota ini. Saya pikir mereka di pemkot itu paham benar apa yang harus di lakukan untuk menyelesaikan persoalan di kota ini, Tapi kemauan dan tekad untuk hal itu tidak ada, mereka justru sibuk tenggelam dalam urusan-urusan seremoni-rutinitas birokrasi dan kepentingan materi individu. Dalam urusan yang sangat biasa saja seperti pemeliharaan aset daerah dan sarana – prasarana umum, Mereka gagal mengurusnya dengan benar.

W : Apakah anda sudah punya gambaran akan menggunakan jalur yang mana, diusung parpol atau melalui calon perseorangan untuk maju berkompetisi sebagai calon walikota samarinda ? dan apa alasan anda menggunakan jalur tersebut ?

S : Saya akan maju melalui jalur calon perseorangan, alasan saya simple saja yaitu ini sarana yang tersedia dan bisa dikelola sejak dini dan sumberdaya saya lebih siap melalui jalur ini. Kalau lewat jalur partai politik, paling tidak saya harus tunggu minimal sampai dengan akhir tahun 2009, itupun parpol-parpol baru pada tahap melakukan pendaftaran calon-calon bakal calon kepala daerah yang mau di usung dan belum tentu kita pasti diusung parpol. Pilihan saya ini ini lebih kepada alasan taktis dan teknis pengelolaan sumberdaya waktu dan tenaga.

W : Sudah sejauhmana kesiapan persyaratan administrasi yang anda butuhkan untuk maju melalui jalur calon perseorangan tersebut ?

S : Dari persyaratan minimal jumlah dukungan 4 % dari jumlah penduduk di Kota Samarinda (30.000 s/d 40.000 dukungan perorangan) sesuai dengan ketentuan yang ada, saya sudah mengantongi -/+ 5.000 dukungan melalui KTP dan pernyataan dukungan warga di 2 kecamatan (Utara dan Ulu).

W : Apakah anda tidak membuka peluang untuk maju melalui jalur partai politik atau ikut berkompetisi dalam seleksi internal pengusungan calon dari partai politik ?

S : saya tetap fokus dan tim juga fokus pada penggalangan dukungan untuk maju melalui jalur perseorangan karena kami berpacu dengan waktu.

W : Bila dalam perjalanannya nanti, ternyata ada parpol atau gabungan parpol yang berniat menyandingkan anda dengan calon dari internal mereka ,dimana anda dipromosikan untuk mengisi calon wakil walikotanya dan bila anda setuju mereka pasti akan mengusung anda , apa keputusan anda ?

S : Saya serahkan sepenuhnya pada orang-orang yang mendukung saya, yang jelas saya dengan tim memenuhi syarat minimal maju dari jalur perseorangan dulu. Persoalan ada penawaran atau ajakan berkoalisi, saya pikir itu soal bagaimana nanti, yang jelas soal-soal seperti ini juga sudah kami diskusikan di tim dan kami punya standar keputusan seperti apa yang akan diambil nanti.

W : Seperti kita ketahui bersama, ada beberapa bakal kandidat yang diprediksi akan maju bersaing dalam pilwali samarinda tahun 2010 nanti, walaupun mereka belum secara terang-terangan mendeklarasikan dirinya maju seperti ; Pak Sjaharie Jaang (Wakil Walikota Samarinda sekarang), Pak Nusyirwan Ismail (Mantan Cagub Kaltim dan sekarang kepala BPMD Prov.Kaltim), Pak Andi Harun (Anggota DPRD Kaltim), Mereka-mereka ini adalah figur-figur yang cukup populer dan familiar di kota Samarinda dan untuk saat ini berdasarkan pengamatan dan data-data hasil survei mereka lebih populer dan ’mengakar ’dibandingkan anda, Bagaimana anda bisa yakin bahwa anda bisa membuka peluang persaingan anda menjadi lebih terbuka dan berimbang dengan mereka-mereka tersebut ?

S : Saya dengan tim sudah mengukur dan memetakan kekuatan dari beberapa bakal calon kompetitor jauh hari sebelumnya, melalui serangkaian kegiatan riset yang khusus untuk pemetaan seperti itu. Peluang persaingan itu masih sangat terbuka dari hasil kajian tim pemenangan, Tim saya juga sudah membuat berbagai macam skenario pemenangan.

W : Menurut anda, siapa lawan terberat anda dari sekian bakal kandidat tersebut ?

S : Semua bakal kandidat yang anda sebutkan tadi, menurut hemat saya mereka semua memiliki peluang yang sama, Masing-masing dari mereka memiliki segmentasi pemilih dan jaringan kerja yang berbeda-beda dan dari pemetaan kami,mereka sebenarnya sama kuatnya dan saya dengan tim sudah memetakan keunggulan dan kelemahan mereka satu persatu.

W : Seorang kandidat tentu telah mempertimbangkan segala sesuatunya, demikian juga anda tentunya, apakah anda sudah menimbang-nimbang dengan siapa kira-kira anda akan berpasangan maju dalam pilwali samarinda ?

S : Sama seperti jawaban saya atas pertanyaan anda soal tawaran koalisi dari parpol, soal wakil, saya serahkan sepenuhnya pada orang-orang yang mendukung saya, yang jelas soal-soal seperti ini juga sudah kami diskusikan di tim dan kami punya standar keputusan seperti apa yang akan diambil nanti. Sampai dengan saat ini tim saya telah menginventarisir kurang lebih 18 nama sebagai calon pendamping, Nanti pada waktunya akan kami sampaikan kepada publik soal siapa bakal calon pendamping saya.

W : Bagaimana bila , ditengah jalan nanti tingkat keterpilihan anda tidak sebagaimana yang anda harapkan, dan peluang anda justru berada pada posisi wakil walikota bukan walikota ?

S : Saya akan telaah dulu,mengapa tingkat elektibiltas saya jauh dari target bersama dengan tim, Nanti akan terbaca dengan jelas dan terang apa masih ada harapan atau tidak, jadi perlu saya tegaskan sejak awal, saya tidak akan ngotot untuk tetap maju ke ajang pilwali sebagai calon walikota dengan tingkat elektibilitas yang pas-pas an (> 10 %, 6 bulan sebelum hari pemungutan suara) dan keputusan-keputusan ini akan di konsultasikan dengan para pendukung.

W : Dibandingkan dengan beberapa kandidat yang sudah kenyang ’asam-garam ’ atau sangat berpengalaman di birokrasi pemerintahan, Anda sama sekali belum pernah atau memiliki pengalaman dalam birokrasi pemerintahan, apa jawaban anda atas adanya keragu-raguan akan kompotensi anda untuk memimpin pucuk pemerintahan di pemkot samarinda ?

S : Birokrasi itu sudah ada prosedur tetap atau standar operational procedure nya, menjadi walikota samarinda tahun 2010-2015 bukan pada persoalan berpengalaman dibirokrasi karena dipemkot samarinda itu ada sekian ribu birokrat yang akan membantu walikota melayani masyarakat, Menjadi Walikota itu adalah lebih banyak pada aspek kepemimpinan dan saya memiliki kompetensi kepemimpinan itu pada level CEO dan terlebih lagi walikota samarinda periode berikutnya mesti berani untuk memimpin perubahan dan menjadi teladan birokrasi dibawahnya pada soal kesederhanaan, partisipatif, konsistensi dan transparansi, untuk melahirkan trust di internal organisasi dipemkot. Karena tanpa keteladanan dan trust, walikota akan sulit memaksimalkan sumberdaya birokrasi untuk menjalankan agenda perubahan.

W : Bagaimana dengan soal hubungan antara Pemkot Samarinda dengan DPRD, Pola kemitraan seperti apa yang anda terapkan dengan kalangan di DPRD ? , sedangkan anda sama sekali tidak memiliki ’Kaki’diparlemen karena apabila anda terpilih nantinya, anda terpilih sebagai walikota melalui jalur calon perseorangan. Apakah anda bisa menjamin stabilitas dan kondusifitas hubungan antara Pemkot dan DPRD di Kota Samarinda ?

S : Pertanyaan ini nanti akan menjadi isu yang krusial kedepannya, perspektif hubungan kekuasaan yang terjadi selama ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor kepentingan kelompok dan negosiasi-negosiasi yang rawan berakibat terjadinya tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme. Hal-hal itu kerapkali memicu ketegangan dan silang pendapat antara eksekutif dan legislatif disatu sisi dan mengakibatkan terganggunya hubungan antara keduanya. Yang perlu disadari bahwa lembaga legislatif dan kepala daerah itu sama-sama mendapatkan mandat dari rakyat untuk menjalankan tugas-tugasnya sebagai pejabat publik, fungsi dan tanggungjawab nya saja yang berbeda. Bila saya selaku kepala daerah mengkonsultasikan dan mengusulkan agenda-agenda yang memang menjadi kebutuhan dan aspirasi dari rakyat yang notabene memberikan mandat juga kepada para wakil rakyat itu, Dimanakah letak masalah yang dapat mengakibatkan terganggunya hubungan kerja antara lembaga legislatif dan eksekutif di kota samarinda,demikian pun sebaliknya. Saya justru tidak melihat bakal ada masalah serius pada sisi ini.


W : Visi dan Misi anda untuk Kota Samarinda ?

S : Visi saya adalah TERWUJUDNYA SAMARINDA YANG MAJU, ADIL DAN MAKMUR, Visi tersebut akan dicapai melalui pelaksanaan dari MISI sebagai berikut :

1. Pemenuhan & pemerataan akses bagi setiap warga kota untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik dan meningkatkan kapasitasnya.

2. Samarinda menjadi kota TEPIAN (Teduh, Rapi, Aman dan Nyaman) yang sesungguhnya (bukan sekedar motto atau slogan kota).

3. Melanjutkan pembangunan infrastruktur yang lebih ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing kota.


W : Apa saja hal-hal pokok yang ingin anda benahi atau rubah disamarinda bila anda nanti dipercaya publik dan terpilih menjadi walikota samarinda ?

S : Agenda kebijakan dan program untuk pembenahan dan perubahan bagi kota samarinda yang lebih baik berangkat dari sembilan (9) pokok persoalan yang sampai saat ini masih belum mampu diselesaikan, ditangani dan direalisasikan oleh pemerintah kota Samarinda sekarang, yaitu : (1) Kawasan banjir makin meluas, (2) Krisis ketenagalistrikan, (3) Tata Ruang dan Tata Kota terkait ; Penataan PKL, Kawasan tepian mahakam, Tepi sungai karang mumus, Pengelolaan sampah, Jalur hijau, Taman kota, Pasar-pasar tradisional, Lalulintas, kawasan pemukiman - perdagangan dan pertambangan berwawasan lingkungan berjalan apa adanya tanpa perencanaan terpadu dan target, (4) Masalah sosial kemasyarakatan belum mampu di tangani sepenuhnya seperti Kemiskinan, Pengangguran, Kenakalan Remaja, Peredaran Narkoba dan prostitusi, (5) Pelayanan publik di bidang Kesehatan, Pendidikan, Air bersih, Administrasi kependudukan dan perijinan belum prima dan terjangkau semua kalangan, (6) Manajemen, Sarana dan prasarana penanggulangan bencana (Banjir, Kebakaran,dll) masih belum memadai dan layak fungsi, (7) Badan jalan di jalan-jalan utama dan pinggiran masih banyak yang rusak, berlubang dan tidak layak di lewati oleh kendaraan, (8) Infrastruktur penunjang sektor jasa, Industri dan Perdagangan belum memadai begitupun dengan pola pengembangan antara sektor hulu dan hilir nya belum jelas, (9) Birokrasi dan Legislatif belum sepenuhnya menjalankan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas dan partisipatif. Dalam merencanakan kebijakan dan penganggaran. Sembilan pokok persoalan utama inilah yang akan saya tuntaskan dalam periode masa kepemimpinan saya di balaikota apabila terpilih nanti. Sebagai contoh untuk menanggulangi masalah banjir dikota samarinda, sudah tidak tepat dan relevan apabila bahasa program yang digunakan adalah mengendalikan banjir (Flood Control), Saya punya ambisi untuk membuat kota samarinda betul-betul bebas banjir, kenapa tidak bisa ?!.


W: biasanya setiap kandidat yang akan maju dalam event pilsungkada atau pilpres pasti memiliki jargon atau tagline kampanye atau motto kampanye, apa tagline anda ?


S : Tagline saya belum punya, tapi motto ada, motto ini adalah hal yang mendasari mengapa saya ingin maju dalam pilwali samarinda 2010-2015, Motto ini juga adalah bentuk makro kontrak politik yang akan saya sampaikan nanti kepada publik, Motto itu adalah : ”Pemimpin itu bukan penguasa tapi pelayan publik, Jabatan publik itu adalah tanggungjawab, Sukses pemimpin adalah kepuasan publik (sebagai owner/pemilik kekuasaan pemerintah)”.

Keterangan :
W : WARTAWAN
S : SENCIHAN

Sabtu, 28 Februari 2009

IMPIAN SAMARINDA MENJADI KOTA TEPIAN MASIH SEBATAS SLOGAN DAN WACANA HINGGA SAAT INI




MAKNA & ARTI Samarinda Kota TEPIAN (Teduh, Rapi, Aman dan Nyaman) yang dicanangkan sejak tahun 1999 :

TEDUH : Teduh berarti kota Samarinda ini diharapkan dapat memeberikan pengayoman pada setiap warganya dalam berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya baik kebutuhan jasmani maupun rohani, secara adil dan merata. Selain itu secara fisik diharapkan kota Samarinda akan ditanami pohon-pohon rindang sehingga kota menjadi teduh dn nyajaman.

RAPI : Mengandung makna tertib indah dan bersih dimana terwujud ketertiban yang tercermin dari sikap hidup warga kota dan aparat pemerintah yang mematuhi sebagai peraturan yang berlaku serta tergambar dari wajah kotanya yang bersih, tertata dengan baik dan indah.

AMAN : Berarti tercipta nya suatu kondisi dimana setiap warga kota merasa bebas dari ancaman rasa takut dan aman lahir batin.

NYAMAN : Berarti suatu keadan yang memberikan suasana nyanam dan rasa syukur dari setiap warga kota sehingan menimbulkan rasa gairah masyarakat untuk berbuat dan berpartisipasi dalam pembangunan. Untuk mencapai Samarinda kota "TEPIAN". Pemerintahan kota madya merencanakan berbagai program yang dilaksanakan secara bertahap dan terpadu setiap tahun anggaran, seperti APBN, APBD II, Bantuan Luar Negeri serta partisipasi pihak swasta.


PROBLEM KOTA SAMARINDA SAMPAI DENGAN SAAT INI :

• Kawasan banjir makin meluas.

Penyebab makin meluasnya kawasan banjir di kota samarinda teridentifikasi disebabkan oleh tiga hal, yang pertama yaitu adanya alih fungsi lahan yang mengakibatkan berkurangnya daerah resapan air secara signifikan dengan dibangunnya pemukiman, kawasan pertokoan dan eksploitasi pertambangan di daerah-daerah resapan air dan sekitar resapan air, yang kedua saluran drainase sudah tidak memadai untuk menampung debit air mengalir dan terlebih lagi saluran drainase tersebut tersumbat oleh sampah. Yang ketiga lokasi kota samarinda, yang berada di daerah hilir sungai mahakam memang menjadi kawasan rentan terhadap banjir, banjir yang ada bisa disebabkan karena rusaknya daerah hulu sungai mahakam dan hingga saat ini belum ada kerjasama antara Pemkot Samarinda, Pemkab Kutai Kartanegara dan Pemkab Kutai Barat dalam perawatan daerah aliran sungai (DAS) Mahakam.


• Krisis ketenagalistrikan.

Seiring bertambahnya jumlah penduduk di kota samarinda maka kapasitas pembangkit listrik yang sudah lama ada dan relatif sudah usang dari segi usia pemakaian sudah tidak memadai lagi untuk diharapkan mampu mensuplai listrik guna mencukupi kebutuhan warga kota akan listrik. Terlebih sistem pembangkit listrik di kota samarinda juga terbagi untuk daerah kota balikpapan dan sebagian kutai kartanegara dan biasa disebut dengan sistem grid mahakam. Apalagi sebagian besar energi mesin pembangkit listrik itu masih menggunakan bahan bakar minyak (solar dan bensin) atau PLTD dan baru sebagian kecil menggunakan bahan bakar dari batubara atau PLTU. Perijinan untuk membangun pembangkit listrik atau power plant pun cukup rumit dan terkadang menjengkelkan karena otoritas ketenagalistrikan secara operasional masih terpusat di PLN, belum lagi menyangkut alotnya urusan jual beli daya antara perusahaan pembangkit ketenagalistrikan dengan PLN, sehingga banyak pihak yang semula ingin terlibat dalam pembangunan power plant menjadi mundur teratur. Di lain sisi bila pun ingin membangun power plant tenaga batubara maka persoalan suplai batubara ke pembangkit listrik juga bisa menjadi persoalan krusial karena perbedaan harga beli dan harga jual bila pihak pembangun power plant tidak memiliki konsesi lahan batubara sebagai jaminan stabilnya suplai batubara ke power plant karena pihak pembangun power plant bergantung dari suplai pihak-pihak pemegang kuasa eksploitasi pertambangan. Sumberdaya air juga belum di tindak lanjuti secara serius sebagai alternatif tenaga untuk mesin pembangkit listrik padahal sumbernya cukup melimpah yaitu sungai mahakam.


• Penataan PKL, Kawasan tepian mahakam, Tepi sungai karang mumus, Pengelolaan sampah, Jalur hijau, Taman kota, Pasar-pasar tradisional, Lalulintas, kawasan pemukiman - perdagangan dan pertambangan berwawasan lingkungan berjalan apa adanya tanpa perencanaan terpadu dan target.

Rencana Umum Tata Ruang ataupun Tata Kota dengan konsep zoning dimana kota samarinda telah jelas dibuat peta tata guna lahan dengan kawasan terbangun dan tidak terbangun secara garis besarnya dan lebih mikro lagi sebenarnya peruntukkan lahan di kota samarinda sudah terbagi menjadi kawasan pemukiman, industri, perdagangan dan kawasan resapan air. Namun lagi-lagi pelaksanaan dilapangan dan turunan kebijakan yang dibuat dari konsep zoning itu tidak mematuhi garis besar dari konsep zoning itu sendiri sehingga perencanaan tata ruang dan kota menjadi semrawut dan berimplikasi negatif pada pertumbuhan dan perkembangan kota selanjutnya. Sistem dan manajemen lalulintas di kota samarinda juga bisa di katakan semrawut karena masih banyak badan jalan yang tidak ada marka jalannya juga pembatas jalan jalur kiri dan kanan, lahan parkir kendaraan juga jadi masalah karena menyumbang kemacetan dan dibeberapa tempat trotoar menjadi tempat parkir, beberapa perempatan belum ada traffic light nya, tata tertib pengendara khususnya roda dua juga perlu penertiban lebih serius, pos polisi juga masih terbatas di beberapa perempatan utama saja.


• Masalah sosial kemasyarakatan belum mampu di tangani sepenuhnya seperti Kemiskinan, Pengangguran, Kenakalan Remaja, Peredaran Narkoba dan prostitusi.

program pemkot samarinda untuk membantu warga berpendapatan rendah dan miskin dengan menggratiskan biaya berobat kepuskesmas dan biaya masuk sekolah atau biasa disebut biaya partisipasi sekolah memang cukup bermanfaat namun bukan itu saja pilihan-pilihan kebijakan untuk membantu dan mengangkat derajat warga kota yang berpendapatan rendah dan miskin sekaligus mengatasi dampak dari PHK karyawan disektor perkayuan di kota samarinda, Karena masalah pendapatan, kemiskinan dan pengangguran adalah satu mata rantai yang saling terkait satu sama lainnya dan tidak bisa di atasi dengan program-program parsial yang hanya bermanfaat dalam jangka pendek karena jumlah pendatang ke kota samarinda di pastikan akan semakin bertambah di iringi dengan bertambahnya jumlah penduduk dan secara kuantitas angka kemiskinan dan pengangguran bakal meningkat bila tidak di tangani secara komprehensif dan terukur serta adanya kerjasama dengan pemda-pemda lainnya di kaltim untuk penyaluran tenaga kerja misalnya. Begitupun untuk mengatasi masalah kenakalan remaja (balapan liar, hubungan seks pra nikah, dll), peredaran narkoba dan prostitusi tidak bisa di lakukan secara parsial dan terbatas pada tindakan menghimbau dan menindak person to person dengan razia-razia musiman oleh aparat gabungan.


• Pelayanan publik di bidang Kesehatan, Pendidikan, Air bersih, Administrasi kependudukan dan perijinan belum prima dan terjangkau semua kalangan.

Pelayanan publik yang prima terkait erat dengan efisiensi dan efektifitas pelayanan serta sarana dan prasarana pelayanan. Khusus dibidang kesehatan dan pendidikan, sarana dan prasarana masih banyak yang perlu di benahi dipsukesmas dan sekolah-sekolah dengan sarana dan prasarana masih minim. Untuk administrasi kependudukan, dari segi biaya sudah ada komitmen dari pemkot untuk menggratiskan biaya pembuatan KTP, Akte Kelahiran dan Kartu Keluarga serta memberikan santunan kematian, namun dari segi pelayanan belum maksimal karena waktu proses pembuatan KTP, KK dan Akte Kelahiran masih berkisar 1 minggu lebih. untuk itu diperlukan pembenahan sarana dan prasarana serta manajemen untuk mempersingkat waktu proses pembuatan KTP, Akte Kelahiran dan KK di kantor-kantor kelurahan. Dibidang layanan perijinan, praktek-praktek pungutan liar di luar dari retribusi resmi perlu ditertibkan seperti dalam pembuatan IMB, SITU, SIUP, TDP, dll terkait perijinan selain itu pelayanan juga di harapkan bisa ringkas dan lebih cepat daripada yang ada sekarang dan dalam wadah satu tempat untuk memudahkan urusan. Pada pelayanan air bersih, juga perlu pembenahan serius terkait manajemen urusan komplain pelanggan dan sarana-prasarana jaringan pipanisasi, pemerataan pelayanan serta administrasi keuangan PDAM.


• Manajemen, Sarana dan prasarana penanggulangan bencana (Banjir, Kebakaran,dll) masih belum memadai dan layak fungsi.

Belum adanya manajemen penanggulangan bencana di kota samarinda memperjelas ketidaksiapan pemerintah dalam menghadapi bencana baik banjir, kebakaran, tanah longsor, dll, kegiatan seperti pencegahan, penanganan dan pemulihan berjalan secara parsial dan tergantung sikon dengan melihat reaksi warga kota, upaya nyata yang dilakukan terbatas pada pembuatan posko (yang lebih banyak berasal dari partisipasi warga) dan pemberian sumbangan berupa dana dan sembako pada korban bencana. Khusus untuk penanggulangan bencana kebakaran, tampak benar bahwa seringkali pemerintah tampak kedodoran dalam menanggulangi bencana ini, peralatan dan perlengkapan pemadam kebakaran di kota samarinda sudah pasti harus diremajakan baik dari segi fungsi dan efektifitasnya, hidrant di kawasan-kawasan rawan bencana kebakaran juga minim tersedia, apalagi peralatan P3K untuk memadamkan api ditingkatan RT.


• Badan jalan di jalan-jalan utama dan pinggiran masih banyak yang rusak, berlubang dan tidak layak di lewati oleh kendaraan.

Kerusakan jalan di ruas jalan / badan jalan di kota samarinda di identifikasi disebabkan oleh empat hal saling terkait yaitu lapisan aspal di badan jalan yang tidak kuat, hilir mudiknya kendaraan alat berat seperti trailer, tronton, truk-truk besar kontraktor yang bebas keluar masuk jalan di kota samarinda tanpa di kontrol dan ditimbang berat angkutannya, perbaikan instalasi bawah tanah PDAM-PLN-TELKOM yang seringkali merusak badan jalan dan tidak di monitor serta perbaikan jalan oleh pemkot samarinda yang sekedar tutup lubang gali lubang.


• Infrastruktur penunjang sektor jasa, Industri dan Perdagangan belum memadai begitupun dengan pola pengembangan antara sektor hulu dan hilir nya belum jelas.

Terkait erat dengan rencana umum tata ruang atau tata kota ditambah dengan masih belum adanya sarana perhubungan udara yang representatif dan pelabuhan peti kemas juga sarana jembatan selain jembatan mahakam yang pertama.


• Birokrasi dan Legislatif belum sepenuhnya menjalankan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas dan partisipatif. Dalam merencanakan kebijakan dan penganggaran.

RAPBD dan APBD masih sebatas informasi global dan tidak di uraikan lebih detail kepada publik. Begitupun dengan kebijakan-kebijakan berupa raperda-perda dan surat keputusan. Akses publik juga masih minim untuk mendapatkan dokumen RAPBD, APBD, Raperda, Perda, SK - SK. Laporan pertanggungjawaban juga sebatas seremoni di ruang rapat DPRD, jarang ada ekspose ataupun pertemuan langsung dengan warga di tiap kecamatan atau kelurahan. Laporan audit keuangan juga tidak dibuka kepublik terkecuali publik mencari laporan tersebut di BPK atau BPKP. Partisipasi warga dalam perencanaan dan pembuatan kebijakan anggaran juga masih sebatas pada persoalan menghadiri acara, kalaupun ada penyampaian aspirasi dari publik di masukkan dalam laporan aspirasi publik dalam forum musrenbang tingkat kelurahan ataupun kecamatan karena rencana anggarannya sudah dibuat terlebih dahulu terlepas ada atau tidak masukan dari publik. Pemberdayaan kapasitas publik dalam hal berpartisipasi di perencanaan anggaran pembangunan juga tidak di lakukan. Padahal pemkot juga menyadari bahwa tanpa adanya partisipasi aktif dari masyarakat, program pembangunan di kota samarinda tidak akan sukses.

Catatan : Identifikasi atas problem kota samarinda yang ada hingga saat ini , di rangkum melalui berbagai kegiatan dialog, diskusi, rekapitulasi pemberitaan dimedia massa, hasil riset dan jajak pendapat dan suara warga kota samarinda baik yang di sampaikan melalui saluran media massa maupun melalui hotline TEPIAN CENTRE.