Rabu, 03 November 2010

Jaang-Nusyirwan Menang Telak ; Ipong, Andi Harun dan Sutrisno Ucapkan Selamat




Kaltimpost,13 oktober 2010

SAMARINDA - Akhirnya Pilkada Samarinda berlangsung satu putaran. Quick count atau hitung cepat memperlihatkan kemenangan telak pasangan Syaharie Jaang-Nusyirwan. Angka kemenangan pasangan itu 45-46 persen dari hasil dua lembaga survei. Sedangkan di urutan kedua adalah Ipong Muchlissoni-Edy Kurniawan, disusul Andi Harun-Damanhuri.

Syaharie Jaang yang ditemui Kaltim Post tadi malam di rumahnya di Kompleks Citra Griya menyatakan sangat berterima kasih dengan dukungan masyarakat. “Alhamdulillah atas kepercayaan ini. Ini kemenangan masyarakat Samarinda,” ucapnya.

Kediaman Syaharie Jaang tadi malam tampak dipenuhi tamu. Hari ini, dia akan keliling ke rumah-rumah kerabat untuk mengucapkan terima kasih. “Besok malam (13/10), saya akan mengadakan syukuran,” kata wakil walikota Samarinda itu.

Berdasarkan versi Lingkaran Survei Kebijakan Publik (LSKP) dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Syaharie Jaang-Nusyirwan meraih 46,6 persen, Ipong Muchlissoni-Edy Kurniawan mendapat 24,55 persen, dan 19,3 persen untuk pasangan Andi Harun-Damanhuri. Urutan keempat Sutrisno-Yulianus Henock (4,12 persen).

Perhitungan cepat lainnya, yakni versi Analisis Strategi dan Pengembangan Kapasitas (ASPEK) juga tak jauh berbeda. Jumlah suara Syaharie Jaang-Nusyirwan mencapai 45,5 persen, Ipong Muchlissoni-Edy Kurniawan memperoleh 25,3 persen, Andi Harun-Damanhuri di urutan ketiga dengan 17,5 persen suara. Posisi keempat Sutrisno-Yulianus Henock (4,2 persen).

Direktur LSKP Sunarto Ciptoharjono kepada Kaltim Post mengatakan, kemenangan Jaang hampir merata di enam kecamatan, yakni Samarinda Ilir, Samarinda Utara, Samarinda Ulu, Sungai Kunjang, dan Samarinda Seberang. Pasangan tersebut hanya kalah di Kecamatan Palaran. Berdasarkan hitung cepat LSKP, pasangan pemenang di Palaran adalah Andi Harun-Damanhuri yakni meraih 39,66 persen. Untuk Syaharie Jaang-Nusyirwan hanya 29,5 persen.

Pada lima kecamatan lainnya kemenangan Jaa,Nur (sebutan pasangan Jaang-Nusyirwan) cukup mutlak rata-rata di atas 43 persen. Bahkan untuk wilayah Samarinda Ulu, raihan suara pasangan tersebut menembus 52,19 persen. Sedangkan Kecamatan Samarinda Utara yang memiliki daftar pemilih tetap (DPT) terbesar di Kota Tepian, dimenangkan Jaang-Nusyirwan dengan perolehan suara 48,4 persen. “Kemenangan telak Syaharie Jaang-Nusyirwan karena faktor figur yang sangat dikenal masyarakat,” kata Sunarto lagi.

Tentang kemenangan Syaharie Jaang-Nusyirwan tersebut, kandidat wali kota Ipong Muchlissoni yang menjadi penantang terkuat mengatakan, walaupun perhitungan belum selesai tapi kecenderungan Jaa,Nur memang lebih unggul. Capaian itu sejauh ini tanpa kecurangan. “Saya bisa menerima. Usaha sudah kami lakukan. Program sudah disampaikan, tapi memang yang terbaik belum tentu terpilih. Saya yakin ada hikmat di balik semua ini,” ungkapnya.

Calon wali kota Samarinda lainnya, Andi Harun juga menyatakan hal serupa. “Selamat kepada Pak Jaang dan Nusyirwan. Berdasarkan quick count saya harus mengakui itu. Sekali lagi, selamat atas perolehan suara terbanyak itu,” ungkapnya.

Menurut dia, segala upaya untuk menyakinkan pemilih sudah dilakukan. Angka perolehan suara tersebut sudah maksimal. “Meski perhitungan manual belum dilakukan, tapi angka yang ada yang memang memperlihatkan kemenangan Pak Jaang dan Nusyirwan,” tuturnya.

Calon independen, Sutrisno juga menyampaikan selamat untuk pasangan Syaharie Jaang-Nusyirwan. Menurutnya, masyarakat Samarinda sudah memberikan kepercayaan pada keduanya. Semoga pilihan itu yang terbaik untuk kota ini. “Harapan kita pada pemimpin baru sangat besar. Semoga ada perubahan besar pada Samarinda,” tandasnya.

HARI INI

Dalam kesempatan lain, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda Wahiduddin ketika dihubungi Kaltim Post tadi malam menjelaskan, perhitungan manual dimulai hari ini pukul 09.00 Wita hingga selesai. “Kami perkirakan memakan waktu dua hari. Kami tidak akan mengumumkan perhitungan manual tapi langsung menyampaikan hasil rekapitulasi pada 16 Oktober nanti,” ucapnya.

Tentang hasil hitung cepat, ia mengatakan, sah-sah saja lembaga survei memberikan hasil pilkada kepada masyarakat. Tapi hasil akhir tentang siapa wali kota Samarinda harus menunggu ketetapan KPU.

MENANG

Pasangan Syaharie Jaang-Nusyirwan tak hanya menang lima kecamatan, tapi juga di beberapa TPS kandidat lainnya mencoblos. Di TPS 19 yang menjadi tempat pencoblosan Dani Firnanda, pasangan tersebut memperoleh 117 suara. Disusul Ipong Muchlissoni dengan 75 suara, Andi Harun (19 suara), Dani Firnanda (9 suara), Iriansyah Busra (8 suara), Riswan Asmaran (6 suara), dan Sutrisno (2 suara),.

Lalu di TPS 02 Jl Katamso, Syaharie Jaang juga mengungguli Sutrisno dengan 49 suara. Diikuti Sutrisno (41 suara), Ipong (39 suara), Andi Harun (1 suara), Riswan (1 suara), dan Dani Firnanda dapat satu suara. Sementara itu, Andi Harun unggul di TPS 45 Kompleks SPMA Jl Pertahanan Sempaja dengan 227 suara. Disusul Jaa,Nur (95 suara), Ipong (55 suara), Dani Firnanda (5 suara), Sutrisno (2 suara) dan Iriansyah Busra tak mendapatkan suara.

Sedangkan di TPS 19 Perumahan Erliza, Ipong unggul tipis atas Syaharie Jaang. Yakni Ipong (40 suara), Jaang (39 suara), Andi Harun (5 suara), Dani Firnanda (2 suara), dan kandidat lainnya tak dapat suara.

Di kandangnya, TPS 20 Perumahan Citra Griya pasangan Syaharie Jaang-Nusyirwan juga menang telak, mendapat 187 suara, diikuti pasangan Ipong (12 suara), Andi Harun (12 suara), Dani Firnanda (7 suara), Riswan (2 suara). Lalu Iriansyah Busra dan Sutrisno masing-masing 1 suara. (waz/*/wwn/*/adw/*/adc)

====================================================================================


Kaltimpost, Selasa, 12 Oktober 2010 , 06:42:00

Sore Ini Hasilnya Diketahui
509.069 Orang Berhak Pilih Wali Kota Samarinda



CEK KOTAK SUARA: Seorang petugas mengecek kotak suara yang kemarin sudah didistribusikan ke 1.445 tempat pemungutan suara (TPS). Tercatat 509.069 orang yang punya hak memilih wali kota-wakil wali kota Samarinda, hari ini.(aditama/kp)
SAMARINDA - Hari ini 509.069 orang akan menentukan wali kota Samarinda untuk periode lima tahun mendatang. Mereka akan menggunakan hak pilihnya pada enam kecamatan yang ada di Samarinda. Total ada 1.445 tempat pemungutan suara (TPS). Sementara itu, perhitungan cepat (quick count) pemenang pilkada sejak pukul 15.00 Wita mulai diketahui.

Ada tujuh kandidat yang akan bersaing meraup suara sebanyak-banyaknya. Mereka adalah pasangan Riswan Asmaran-M Nasir Waladi, Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail, Iriansyah Busra-Ahmad Faidilham Djafar, Ipong Muchlisoni-Edy Kurniawan, Andi Harun-Damanhuri, Sutrisno-Yulianus Henock Sumual, dan Dani Firnanda-M Ridwan Effendi.

Dari pengamatan Kaltim Post, sejauh ini tiga kandidat sudah merilis hasil survei tentang kekuatan masing-masing calon. Berdasarkan rilis tersebut masih ada dua versi yang berkembang, yakni pilkada satu putaran dan dua putaran.

Tentang hasil pilkada, Direktur Quick Count dan IT Insert Institute Aziz A Suwarsono kepada Kaltim Post mengatakan, hasil hitung cepat bisa diketahui mulai pukul 15.00 Wita. Secara umum dari 400 TPS saja sudah bisa dipastikan kandidat yang bisa memenangkan pertarungan.

“Berdasarkan hitungan kami pukul lima sore, secara umum sudah bisa diketahui siapa pemenang pilkada,” kata Aziz.

Sementara itu, Managing Grup Analisis Strategi dan Pengembangan Kapasitas (Aspek) Kaltim Sencihan menyebutkan, paling lambat pukul 17.00 Wita hasil quick count sudah ada. Sudah ada tim yang disebar untuk melaporkan hasil pilkada di TPS yang ada di enam kecamatan. Kalau hasil perhitungan suara bisa lebih cepat selesai per TPS, mungkin sebelum pukul 17.00 Wita sudah bisa diketahui hasilnya.

Hitung cepat dipastikan tak dilakukan KPU Samarinda. “Kami hanya menghitung manual saja. Setelah semua suara kami kumpulkan dari TPS, tingkat kelurahan, kecamatan baru dibawa ke KPU untuk penghitungan,” ungkap Wahiduddin, anggota KPU Samarinda.

Dalam kesempatan lain, Wali Kota Samarinda Achmad Amins meminta, masyarakat berbondong-bondong menuju TPS sebagai mana harapannya dalam perubahan kota Samarinda.

Dia berharap, pemimpin Samarinda harus mengerti akan aspek pembangunan, dan kepada calon yang menang bisa memahami roh pembangunan di Kota Tepian.

Bagaimana dengan golongan putih atau golput? Pengamat sosial dan politik dari Universitas Mulawarman Samarinda DB Paranoan kepada Kaltim Post memperkirakan jumlah golput cukup banyak. Meski tak menyebutkan persentase, namun angka itu diyakini semakin meningkat karena kebingungan akan hasil survei dari beberapa lembaga.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Arif Budiman mengatakan, Panwas mempunyai waktu tujuh hari untuk menindaklanjuti pelanggaran Pilkada. Namun apabila masih belum selesai, masa tersebut diperpanjang selama tujuh hari. “Apabila pansus sudah ada rekomendasi, dan mengarah pada tindakan kriminal, kami yang akan menindaknya,” ucapnya.

HAK SUARA

Tujuh kandidat wali kota Samarinda dipastikan sudah menerima suara. Semuanya sudah menyatakan tak menyia-yiakan hak suaranya. Perumahan di Kompleks Alam Segar II Jl Perjuangan akan menjadi tempat Riswan Asmaran menyalurkan hak suaranya. Disusul Syaharie Jaang akan mencoblos di TPS 20 Perumahan Citra Griya Jl Adam Malik, dan Iriansyah Busra akan bersama warga Jl Gunung Merbau TPS 4. Kemudian, Ipong Muchlissoni akan menggunakan hak suaranya di TPS 19 Perumahan Erliza Jl Kadrie Oening, Andi Harun dipastikan menggunakan TPS 45 Kompleks SPAM di Jl Pertahanan Sempaja yang tak jauh dari rumahnya. Lalu, Sutrisno akan mencoblos di TPS 12 Jl Brigjen Katamso, dan Dani Firnanda dipastikan berada di TPS 19 Jl Wolter Monginsidi saat menyalurkan hak suaranya.

Bagaimana dengan peluang menang? Sejauh ini rata-rata calon menyatakan hanya bisa pasrah pada kuasa sang Allah. Tentang peluang menang tersebut, Dani Firnanda mengaku, tak bisa memastikan. “Yang penting bagi saya adalah mencalonkan diri untuk rakyat. Saya melihat adanya peluang pilkada berlangsung dua putaran,” ucapnya singkat. (waz/*/adw/*/wwn)

Rabu, 02 Juni 2010

Gagal Verifikasi, Senci-Tuah Tetap Bangga

Samarinda Pos

Jumat, 28 Mei 2010
Gagal Verifikasi, Senci-Tuah Tetap Bangga
Bisa Dapat Dukungan Maksimal, Meski Aturannya Ketat


SAMARINDA. Keputusan KPUD Samarinda yang menggugurkan pasangan perorangan Sencihan - Carolus Tuah akibat tak memenuhi standar dukungan 4 persen atau sekitar 30.871 suara masyarakat Samarinda, ternyata tidak membuat mereka kecawa. Malah itu tetap dianggap sebagai suatu kemenangan kecil karena mampu mengumpulkan sebanyak 16.323 suara.
Kepada Sapos kemarin, Sencihan mengakui kegagalan pihaknya itu. Secara legowo ia mengakui jika pasangan lain lebih unggul untuk meraih dukungan. Namun begitu, ia mengaku sangat bangga dengan kerja keras timnya. Pasalnya, dengan aturan yang begitu ketat, serta keterbatasan dana dalam melakukan mobilisasi, pihaknya mampu meraih suara yang begitu maksimal.
"Bagi kami ini suatu kemenangan. Karena jujur kami tidak punya dana. Tapi dengan keterbatasan, kami berhasil kumpulkan dukungan yang lumayan banyak," katanya.
Karena itu ia berterimakasih kepada segenap tim serta masyarakat yang telah mempercayakan dukungan kepada ia bersama Tuah, pasangannya. Bagi dia, itu sudah lumayan untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat agar bisa terlibat aktif.
Lantas, apa langkah selanjutnya dari pihaknya, sebagai sikap politik menjelang pilwali 2 Agustus nanti? Terkait itu, ia tak banyak berkomentar. Pasalnya, itu semua masih harus dirapatkan bersama dengan segenap kawan kolektifnya. Namun yang jelas, terhadap 16.323 suara yang telah mendukungnya itu, tak akan disia-siakan. Pendidikan politik tetap akan diberikan. Hanya soal pilihan, pihaknya berharap agar bisa memilih kandidat yang memiliki kesamaan visi dan misi.
Apakah itu berarti ada kemungkinan merger dengan kandidat lainnya? Secara tegas, Sencihan menyebut tak akan melakukannya. Kecuali itu jika warga yang mendukungnya menghendaki demikian. Namun itu semua tetap dikembalikan kepada individu masing-masing.
"Yang jelas, tidak ada sikap kami yang mengarah ke sana. Yang penting kami sudah bisa memberikan pemahaman politik bagi masyarakat banyak," pungkasnya. (yes)


-----------------------------------------------------------------------------------

Samarinda Pos
Jumat, 28 Mei 2010
Ini Dia, Para Petarung di Pilwali Samarinda
KPUD Umumkan 7 Pasangan, Senci-Tuah Gugur

SAMARINDA. Akhirnya, KPUD Kota Samarinda mengumumkan tujuh pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota yang akan bertarung di Pemilihan Walikota (Pilwali) Samarinda, 2 Agustus mendatang. Ada 7 pasangan yang dinyatakan lolos dalam verifikasi berkas dan faktual.
Tiga dari partai politik (parpol) dan 4 asal calon independen atau perseorangan. Tiga pasangan yang diusung parpol yakni H Andi Harun ST MSi - Damanhuri MSi, H Syaharie Jaang SH MSi - Ir H Nusyirwan Ismail Msi dan Drs H Ipong Muclissoni - Eddy Kurniawan SE.
Sedangkan 4 calon perseorangan yaitu Drs Iriansyah Busra - Ir H Ahmad Faidilham Djafar MP, HM Riswan Asmaran MM - M Nasir Waladi SPd MPd, dr H Dani Firnanda MM - Ridwan Effendi Spd MPd dan pasangan Sutrisno SE - Yulianus Henock SPd MSi.
Sebenarnya ada 1 pasangan calon perseorangan lagi yang mendaftar ke KPUD. Yakni Sencihan dan Carolus Boromeus B Tuah Tennes atau kerap disebut Senci - Tuah. Namun KPUD menyatakan tak lolos verifikasi lantaran tidak memperoleh dukungan suara minimal.
"Kami sudah melakukan verifikasi administrasi dan faktual semua berkas dukungan yang masuk. Baik dari calon perseorangan maupun yang diusung oleh partai politik. Begitu juga soal ijazah, kami sudah mengecek ke sekolah masing-masing calon dan tidak ditemukan ada yang palsu. Artinya, mereka dinyatakan berhak untuk maju," tegas Ketua KPUD Kota Samarinda Syarifuddin Tangalindo, kemarin.
Pasangan Andi Harun - Damanhuri dinyatakan lolos setelah didukung Partai Golkar, Partai Patriot, PDK, Gerindra atau dengan dukungan 13 kursi. Pasangan Syaharie Jaang - Nusyirwan didukung Demokrat, PKS, PPP, PBR dan Pelopor dengan total dukungan 17 kursi. Pasangan Ipong - Edy didukung oleh PDIP, PAN dan Hanura dengan 15 kursi.
Sementara pasangan Iriansyah Busra - Ahmad Faidilham maju dengan dukungan 31.819 orang, Dani - Ridwan dengan 32.630 dukungan, sementara Riswan - Nasir dengan 30.927 dukungan. Sementara pasangan terakhir yang lolos adalah Sutrisno - Yulianus dengan 30.982 dukungan.
"Soal tidak lolosnya Sencihan - Tuah, karena hingga verifikasi faktual periode terakhir hanya mampu mengumpulkan 16.323 dukungan. Padahal, untuk bisa lolos jadi pasangan calon, calon perseorangan harus mengumpulkan dukungan 30.871 orang," terang
Keputusan yang dikeluarkan KPUD sudah final. Tetapi bila pasangan calon yang tidak lolos merasa tidak puas ingin melakukan gugatan, dipersilakan. "Ini sudah final, artinya setelah diumumkan ini, status 7 pasangan ini sudah menjadi pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Samarinda, yang akan bertarung pada 2 Agustus mendatang. Silakan saja bila ada pihak yang tidak puas mengugat ke ranah hukum, kami siap saja. Itu hak mereka," kata Syarifuddin, didamping 3 anggotanya yakni Rudiansyah, Wahiduddin dan Ramaon Deanov, kemarin.
Saat ini KPUD Kota Samarinda menurutnya masih akan mempersiapkan rapat penetapan pasangan calon dan mencabut nomor urut. Kegiatan itu akan dilaksanakan pada 1 Juni, di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda.
Sistem yang akan dibuat saat pencabutan nomor urut menurut Syarifuddin agak berbeda dibandingkan pencabutan nomor urut lazimnya. Yakni menggunakan balon. Nantinya, di dalam balon itu akan ada nomor urut. "Kita hanya ingin merenggangkan suhu politik yang mulai memanas saja, sehingga lebih rileks," tandasnya. (ias)

-----------------------------------------------------------------------------------

KALTIM POST
Jum'at, 28 Mei 2010 , 10:50:00
7 Pasang Bersaing di Pilkada Samarinda
Pasangan Sencihan-Carolus Tak Memenuhi Syarat

Bagi berita/artikel ini kepada rekan atau kerabat lewat Facebook
SAMARINDA – Terjawab sudah pasangan calon yang akan bersaing memperebutkan kursi Samarinda 1. Dari 8 Pasangan yang mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda, hanya 1 yang tidak lolos karena berkas tidak lengkap dan jumlah suara dukungan tidak memenuhi syarat minimal.

“Dari hasil verifikasi, pasangan Sencihan dan Carolus Boromeus B Tuah Tennes tidak memenuhi syarat untuk maju dalam perebutan kursi wali kota. Mereka hanya mengumpulkan 16.323 dukungan suara dari minimal 30.871 dukungan. Berkas mereka juga tidak lengkap,” terang Ketua KPU Samarinda Syarifuddin Tangalindo didampingi 3 anggota KPU lainnya, yakni Ramaon Dearnov Saragih, Rudiansyah, dan Wahiduddin, saat menggelar konferensi pers di sekrtetariat KPU, Kamis (27/5) sekitar pukul 13.00 Wita.

Konferensi pers dilakukan untuk membacakan berita acara hasil rapat pleno KPU Samarinda yang tertuang dalam surat bernomor 28/BA/V/2010. Berkas itu pula yang diserahkan KPU Samarinda ke masing-masing pasangan calon. “Kami tidak ingin ada keributan di secretariat KPU usai pembacaan hasil pleno ini, sehingga masing-masing pasangan calon kami sarankan untuk bertahan dan akan kami kabari melalui surat,” tuturnya.

Hasil pleno KPU Samarinda, diketahui semua pasangan calon lolos tes kesehatan, memiliki ijazah yang sah, mencukupi batas minimal suara dukungan untuk maju, serta kelengkapan berkas. Hanya pasangan Sencihan dan Carolus yang kekurangan dukungan sebanyak 14.548 suara, serta bermasalah pada kelengkapan berkas. “Berkas yang tidak lengkap itu berupa surat keterangan pailit dari pengadilan. Mereka hanya punya surat pengantar dari ketua RT (rukun tetangga),” ungkap Syarifuddin.

Perlu diketahui, setiap pasangan bakal calon harus mnemenuhi syarat untuk maju dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada). Untuk pasangan yang menggunakan perahu partai politik harus mengumpulkan dukungan minimal 7 kursi atau 15 persen kursi DPRD Samarinda, sementara calon perseorangan harus mengumpulkan dukungan minimal 4 persen dari 771.753 total penduduk Samarinda atau 30.871 dukungan.

“Proses verifikasi calon peserta pemilu ini merupakan tahap terakhir dan akan ditetapkan 1 Juni mendatang. Karena proses verifikasi dilakukan berdampingan dengan tim sukses, maka tidak mungkin ada selisih data,” terangnya.

Bagi pasangan calon yang keberatan atas keputusan KPU ini maka dapat menempuh jalur hukum. Karena KPU tidak menyediakan masa sanggah atas hasil pleno. “Jika masyarakat menemukan atau mencurigai kesalahan dalam kelengkapan berkas pasangan calon yang lolos verifikasi, maka dapat disampaikan ke KPU untuk ditindaklanjuti, meski tidak menggugurkan pasangan tersebut sebagai peserta pemilu. Kecuali ada keputusan hukum tetap,” bebernya.

BERKURANG 8 RIBU

Sementara itu, anggota KPU Samarinda Ramaon Dearnov Saragih menyebutkan, sejak kemarin telah dilakukan pengumuman Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP). Berkas tersebut akan ditempel di setiap kelurahan dan rukun tetangga (RT). Jika tidak ada complain dari warga, maka pada tanggal DPSHP tersebut akan ditetapkan menjadi DPT pada 2 Juni mendatang.

Dari hasil perbaikan DPS, diketahui di Kecamatan Samarinda Utara terjadi pengurangan pemilih sebanyak 8 ribu suara. Pengurangan itu disebabkan pemilih meninggal, belum berhak memilih, serta pindah alamat.

“Kami belum mengetahui seluruh Samarinda, karena yang aktif melaporkan hanya PPK Samarinda Utara, maka baru itu yang kami tahu. Sedangkan kecamatan lainnya masih didata” terang Ramaon.

Dari informasi yang dikumpulkan, di Samarinda Utara masih terdapat kesalahan pendataan dari DPS yang telah ditetapkan. Misalnya ada anak berusia 3 tahun dan 6 tahun yang tercatat dalam DPS. Tapi ramaon menegaskan, validitas data yang dimiliki KPU semakin besar, karena DPSHP dilakukan dengan melibatkan PPDS yang berasal dari ketua RT yang lebih paham dan mengetahui penduduk mereka. (ak)

----------------------------------------------------------------------------------
KOMPAS

KILAS DAERAH

Sabtu, 29 Mei 2010 | 03:20 WIB

Calon Independen Ikut

Pilkada Kota Samarinda di Kalimantan Timur, yang akan berlangsung 2 Agustus nanti, diikuti tujuh pasangan calon, empat di antaranya dari jalur independen. Keempat calon independen itu adalah Dani Firnanda-Ridwan Efendi, Iriansyah Busra-Ahmad Faidilham Djafar, Sutrisno-Yulianus Henock Sumual, dan Riswan Asmaran-Nasir Waladi. Satu pasangan calon independen, Sencihan-Carolus Boromeus Tuah Tennes, tidak lolos verifikasi karena jumlah pendukungnya tidak memenuhi syarat. ”Berkas mereka juga tidak lengkap,” kata Ketua KPU Kota Samarinda Syarifudin Tangalindo, Jumat (28/5). (BRO)

Selasa, 18 Mei 2010

Samarinda Perlu Wali Kota Pemberani

SAMARINDA, KOMPAS.com - Kota Samarinda, Kalimantan Timur perlu dipimpin wali kota yang berani dan bersih untuk mengatasi masalah korupsi, minimnya perhatian terhadap pendidikan, dan kerusakan lingkungan.
Memang perlu wali kota yang berani antikorupsi agar pemerintahannya berwibawa.

Demikian terungkap dalam Diskusi Publik Pemilihan Umum Kepala Daerah Kota Samarinda bertajuk Kandidat Jualan Apa oleh Jurnalis Center di Samarinda, Kamis (6/5/2010). Hadir sebagai pembicara ialah bakal calon wali kota Andi Harun, Sencihan, Riswan Asmaran, dan Sutrisno Wiro serta bakal calon wakil wali kota Nusyirwan Ismail.

Penggiat antikorupsi Rachmadi A Rachim (panelis) mengatakan, kasus korupsi perlu menjadi perhatian. Apalagi kini tujuh pejabat pemerintah setempat ditahan dalam kasus korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan gardu induk PLN. "Memang perlu wali kota yang berani antikorupsi agar pemerintahannya berwibawa," katanya.

Pengamat pendidikan, Nanang Riyono (panelis) mengatakan, program yang dijual para kandidat sedikit yang menyentuh persoalan mutu pendidikan dan penanganan guru serta dosen. Para kandidat masih berkutat dalam persoalan mempertahankan alokasi 20 persen APBD.

Pengamat sosial dan lingkungan Roedy Haryo Widjono (panelis) mengatakan, Samarinda dihadapi persoalan besar seperti karut marutnya perizinan tambang batu bara, kegagalan mengatur pertumbuhan pusat-pusat ekonomi dan perumahan sehingga, dan melupakan pentingnya ruang publik seperti taman kota atau alun-alun.

"Penanganan masalah di Samarinda sebaiknya terjadi dengan cara-cara luar biasa. Itu cuma bisa dilakukan dengan wali kota yang berani dan mungkin sedikit nyeleneh tetapi tidak menabrak aturan," kata Roedy.

Andi Harun, anggota DPRD Kaltim, menawarkan penanganan banjir, pembenahan infrastruktur jalan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Rahim Asmaran, pengamat tata kota dan dosen, menawarkan manajemen kependudukan dan lingkungan serta tata kelola pembangunan kota. Nusyirwan Ismail, pejabat di Pemprov Kaltim, menawarkan program stabilitas, pertumbuhan ekonomi, Samarinda metropolitan, pemerintahan yang bersih, dan pemberdayaan perempuan dan pemuda.

Sencihan, penggiat LSM, menawarkan pengentasan masalah pendidikan, kesehatan, air bersih, listrik, pemberantasan korupsi dengan audit total birokrasi dan pemecatan pejabat yang terlibat. Sutrisno, pengusaha, menawarkan Samarinda modern dan berwawasan lingkungan.(kompas.com/07/05/2010)

Diskusi Publik "Pemilukada Samarinda, Kandidat Jualan Apa"

Diskusi Publik

2010-05-06 23:43:41
SAMARINDA-Diskusi publik garapan Jurnalis Centre, Kamis (6/5) di Ball Room Hotel Bumi Senyiur, berjalan sukses. Dialog bertema "Pemilukada Samarinda, Kandidat Jualan Apa" dihadiri calon Walikota Samarinda Andi Harun dan Senci Han. Sedangkan Syaharie Jaang diwakilkan Nusyirwan Ismail, perseorangan dihadiri Ridwan Asmaran, serta Sutrisno.
Direktur Eksekutif Jurnalis Centre yang juga Ketua Panitia , Fitriansyah Adisurya usai acara kepada kalangan wartawan, mengatakan bahwa acara dialog ini bisa dikatakan sukses, sesuai harapan. 7 kandidat yang diundang hadir lima kandidat. "Hal ini, tentunya sebuah penghargaan bagi panitia dengan hadirnya para kandidat. Begitu juga para undangan yang hadir, terdiri para tim pemenangan calon, walikota, akademisi, politisi, mahasiswa,OKP-Ormas dan kelompok-kelompok paguyuban memenuhi target. Sehingga menjadi bahan evaluasi untuk mengelar acara yang sama, dimasa kedepannya dengan format yang berbeda," kata Fitri.
Ia menambahkan, hasil dialog ini tentunya, masyarakat bisa menilai siapa calon walikota yang mumpuni dalam memimpin Samarinda nanti. Namun, ia menyayangkan tidak hadirnya kandidat lain.
Dalam dialog yang dikemas menarik, santun, lugas namun cerdas itu. Menghadirkan 4 panelis. Yakni Aktivis anti korupsi, Rahmadani A Rachim, Pakar pendidikan Nanang Riyono, Ambrosius dari Kompas, dan Budayawan Romo.
Dalam kesempatan itu, Nusyirwan mengatakan, stabilitas politik, kearifan, kebersamaan dan keamanan adalah kunci keberhasilan membangun kota. Sebab berinvestasi namun kondisi daerah tidak stabil, tentunya pembangunan sebuah kota tidak akan berhasil.
Soal pertambangan batubara di Samarinda, menurut dia, sah-sah saja. Asalkan, ada legalitas dan amdalnya ada, sebab jika dua-duanya tidak ada itu perlu dipertanyakan selanjutnya ditutup kalau merugikan masyarakat.
"Samarinda pertumbuhan pendatang lebih tinggi, dari pada kelahiran. Untuk itu lapangan pekerjaan harus dibuka seluas-luasnya untuk mengurangi pegangguran," ungkapnya.
Sementara itu, Andi Harun menekankan pembangunan infrastruktur jalan ditingkatkan sebab 50 persen sarana jalan di Samarinda rusak parah. Seharusnya APBD Samarinda sebesar 3,4 triliun dan potensi SDA-nya, mampu membangun Samarinda. Pasar malam yang menjamur harus dikelola dengan baik, Pusam Mania ikon Samarinda dan penataan sungai Mahakam dan Karang Mumus sebagai obyek wisata.
"Untuk itu, siapa yang terpilih menjadi walikota APBD harus dimaksimalkan, untuk kesejahteraan rakyat Samarinda," tegas Andi.
Sedangkan, Ridwan Asmaran. Menekankan untuk mengurangi angka kemiskinan managemen kependudukan harus ditata ulang. Sedangkan pemerataan pembangunan, arahnya harus ke Samarinda Seberang dan Palaran.
Calon indenpendent Senci Han, menekankan pemerintahan yang bersih, Samarinda harus punya indentitas daerah tidak korupsi, tata ruamg juga perlu dibenahi. BUMD harus diserahkan kepada yang berkompeten, "Bila terpilih menjadi walikota, dua keranda mayat akan saya taruh di depan kantor walikota. Jika korupsi Senci han dan Carolus Tuah penghuni pertama masuk keranda itu," kata Carolus.
Kebutuhan rakyat yang mendesak segera dipenuhi, seperti listrik, PDAM, dan pendidikan gratis benar-benar dilaksanakan, jangan terjadi ada sauransi kesehatan ada tapi ngurusnya ribet. " Pendidikan dan kesehatan gratis bukan kebijakan populis, karena itu kebijakan nasional," tegas Senci.
Calon indenpendent Sutrisno yang terlambat hadir, karena menjalani tes kesehatan, menekan perlu pemerintah yang bersih serta peningkatan pembangunan dipelosok-pelosok desa, serta pelayanan yang tidak berbelit-belit. Serta perlunya reformasi birokrasi.
"Seperti pelayanan akte kelahiran, perizinan. Sebaiknya dilayani di kecamatan saja, hal itu demi memudahkan pelayanan kepada masyarakat," ungkap Sutrisno.john

Diskusi Garapan Jurnalis Centre, Mirip Debat Publik KPU

Jum'at, 07 Mei 2010 , 08:28:00
Diskusi Garapan Jurnalis Centre, Mirip Debat Publik KPU
Senci “Jualan” Layanan Gratis, Sutrisno Tak Mau Terbar Janji

Bagi berita/artikel ini kepada rekan atau kerabat lewat Facebook
Pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala daerah (Pemilukada) Kota Samarinda semakin dekat. Masing-masing kandidat kepala daerah dan pasangan tentunya sudah bersiap-siap dengan strategi melakukan penataan kota.

KEGIATAN yang merupakan garapan gabungan wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Centre ini digelar di Hotel Bumi Senyiur, kemarin (6/5). Sebanyak lima kandidat dari 8 yang sudah mendaftar, hadir dalam debat yang dikemas mirip seperti debat publik yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kelima kandidat itu antara lain, Andi Harun, Senci Han, Riswan Asamaran, dan Sutrisno. Hanya satu yang bukan kandidat wali kota, tapi wakil wali kota yakni Nusyirwan Ismail. Pasalnya Syaharie Jaang berhalangan hadir, lantaran menghadiri pembagian insentif untuk RT se-Samarinda.

Tercatat tiga kandidat tidak hadir yakni Ipong Muchlissoni, Dani Firnanda, dan Iriansyah Busra. Dua di antara kandidat yang hadir, membawa pasangannya yakni Senci Han yang berpasangan Carolus Tuah dan Sutrisno berpasangan Yulianus Henock.

Sementara panelis yang dihadirkan di antaranya Nanang Riono (akademisi), Rachmadi Abdul Gaffar (LSM), Ambrosius (jurnalis), dan Romo Rudy (pemerhati lingkungan). Dipandu moderator Muchlis, debat berjalan cukup argumentatif.

Pada sesi awal, para kandidat diberi waktu lima menit untuk menyampaikan program-programnya. Dari kelima kandidat ini, lebih banyak membahas masalah banjir dan tata ruang kota. Karena masalah ini dianggap paling krusial untuk saat ini.

“Percuma anggaran Rp 2,4 triliun, tapi infrastruktur masih tidak layak. Makanya kami punya solusinya,” sela Andi Harun.

Saat giliran Riswan Asmaran, dikatakan mestinya pembangunan di Samarinda ini sudah mengalami percepatan 25 persen setiap tahunnya. Karena ditunjang anggaran yang besar, maka sangat layak pembangunannya juga berjalan dengan baik.

“Makanya tata kelola pembangunan kota harus diperbaiki. Kalau kesejahteraan masyarakat tak tercapai, maka pembangunan tidak ada apa-apanya,” imbuhnya.

Senci Han, kandidat kepala daerah dari unsur independen menyebutkan pemberian pelayanan gratis kepada masyarakat sebenarnya tidak membuat Samarinda bangkrut. Misalnya, untuk pemberian pelayanan gratis untuk pendidikan dan kesehatan. “Sekarang ini pembebasan pelayanan untuk masyarakat sepertinya ribet. Jadi masyarakat juga susah. Bahkan sekarang ini Samarinda belum banyak melakukan pembenahan,” katanya.

Sedangkan Nusyirwan, kandidat wakil wali kota mengatakan, berani berjanji untuk memperbaiki sistem pendidikan di Kota Samarinda. Menyusul hasil buruk dalam ujian nasional (UN) kemarin. Menurutnya, tak perlu saling menyalahkan menyangkut hasil buruk ujian dari semua sekolah.

“Karena yang perlu dibenahi adalah mekanisme dari dua sisi yang terlibat dalam pendidikan. Yakni pendidiknya dan pelajarnya,” kata Nusyirwan.

Yang dapat giliran terakhir adalah Sutrisno, kandidat yang juga melalui jalur independen mengatakan tidak bisa memberikan janji apa-apa. Tapi dirinya akan memberikan bukti nyata kepada masyarakat. Karena selama ini dianggapnya, semuanya hanya memberikan janji dan bukan bukti.

“Makanya ketika ditanya akan jualan apa untuk menjadi wali kota, ya, saya tidak mau. Karena itu pasti berjanji, dan saya tidak mau berjanji,” tandasnya.

Hadir dalam debat kandidat itu di antaranya Ketua DPRD Samarinda Siswadi, Ketua KPU Samarinda Syarifuddin Tangalindo, dan undangan dari masing-masing tim sukses. (zom/*/dym)

Jumat, 23 April 2010

Lima Calon Independen Harus Kejar Dukungan

KALTIM POST
Jum'at, 23 April 2010 , 08:29:00
Lima Calon Independen Harus Kejar Dukungan

Hasil verifiksi faktual terhadap 5 bakal calon kepada daerah dan wakil kepala daerah dari jalur independen masih berlanjut. Namun dari hasil sementara, KPUD menyatakan 5 pasangan calon belum memenuhi syarat. Ketua KPUD Samarinda, Syariffudin meminta kepada 5 pasangan untuk terus menambah dukungan tambahan sesuai terget KPUD 30.871 suara.

“Lima calon semuanya kurang, kami meminta mereka mencari dukungan tambahan. Jika saat pengumuman penetapan calon dan secara administratif mereka belum memenuhi syarat maka kami nyatakan tidak lolos,” kata Syarifuddin kepada media ini kemarin (22/4)

Kendati demikian, 5 pasangan tetap diperbolehkan mendaftar ke KPUD sesuai tahapan pilkada yang dimulai 22 hingga 29 April.

“Boleh saja mendaftar, nanti kan ada masa perbaikan tanggal 9 sampai 16 Mei,” ujarnya.

Seperti diketahui, lima pasangan dari jalur independen adalah Dhani Firnanda dan Ridwan Effendi, Riswan Asmaran-Nasir Walidi, Iriansyah Busra-Ahmad Faidilham, Senci-Corolus Tuah, dan Sutrisno-Yulianus Henock Sumual.

Secara aturan pasangan yang akan maju dari jalur independen harus mendapat dukungan 4 persen dari 550.075 jumlah pemilih potensial di Samarinda atau 30.871 KTP. (fid)

Jumat, 02 April 2010

KLIPING BERITA : SENCI-TUAH




POSKOTA KALTIM

Senci-Tuah Serahkan 33.245 Dukungan ke KPUD


@ Kandidat Jalur Independen di Pilkada Samarinda

2010-03-22 07:49:56


SAMARINDA-Pasangan kandidat Calon Walikota (Cawali) dan Calon Wakil Walikota (Cawawali) jalur independen Senci Han-Carolius Tuah secara resmi menyerahkan berkas dukungan ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Samarinda di Jl Junda, Sabtu (20/3) sekitar pukul 24.00 wita.
Senci-Tuah menyerahkan berkas dukungan sebanyak 33.245. Dan, KPUD Samarinda menyatakan Senci-Tuah dapat mengikuti proses verifikasi tahap I di PPS, PPK dan KPUD mulai 21 Maret hingga 21 April.
"Kami menyadari bahwa berkas dukungan tahap I masih banyak kekurangannta. Karena itu, mulai besok (hari ini,red), kami akan bergerak untuk menggalang dukungan yang lebih kuat untuk penambahan dukungan tahap II, verifikasi yang dilakukan paska pendaftaran calon 22 April nanti. Karena potensi dukungan kami yang lebih kuat baru solir paska tadi malam (kemarin lalu, red)," ungkap kandidat Cawali Samarinda Senci Han kepada Poskota Kaltim, Sabtu (20/3) melalui telpon selulernya.
Menurut dia, penyerahan berkas dukungan Cawali dan Cawawali ke KPUD kemarin, merupakan bukti keseriusannya berpasangan dengan Carolius Tuah untuk terjun bersaing di Pilkada Samarinda melalui jalur independen. "Kami hanya ingin membuktikan bahwa Senci-Tuah serius dan fight di Pilkada Samarinda ini," tandasnya. sob


-------------------------------------------------------------------------------------
KALTIM POST
Kamis, 25 Maret 2010 , 15:33:00
KPU Cek Dukungan Calon Independen


Bagi berita/artikel ini kepada rekan atau kerabat lewat Facebook
SAMARINDA – Penyerahan dukungan calon perseorangan yang akan maju di Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Samarinda telah berakhir Sabtu (20/3) lalu. Hasilnya, 5 bakal calon wali kota (bacawali) dan bacawawali Samarinda jalur independen yang masuk ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mereka adalah Dhani Firnanda dengan wakilnya Ridwan Effendi, Riswan Asmaran bersama Nasir Walidi, Iriansyah Busra dan Ahmad Faidilham, Senci bersama Corolus Tuah, terakhir Sutrisno dan Yulianus Henock Sumual.

“Semunya memenuhi persyaratan dengan minimal dukungan 30.871 suara,” kata ketua pokja pencalonan Ramon Dearnov Saragih kepada media ini.

Setelah tiga hari ini melakukan verifiksi administrasi tentang kebenaran dukungan calon perseorangan itu, hari ini pihak KPU mulai melakukan verifikasi faktual dengan mendatangi rumah ke rumah untuk mengecek kebenaran dukungan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang diberikan tim sukses masing-masing pasangan.

“Sesuai jadwal verifikasi administrasi dilakukan 3 hari dan berakhir hari ini. Selanjunya verifikasi faktual hingga tanggal 5 April mendatang. PPS akan mengecek, apa benar nama di KTP yang mereka setorkan itu benar. Jika syarat tidak lengkap pasangan tersebut tidak lolos verifikasi,” terangnya.

“Untuk mempermudah, kami minta masing-masing tim sukses bisa mengumpulkan pendukungnya,” sambungnya.

KPU telah mensyaratkan bagi pasangan yang akan maju dari jalu independen mendapat dukungan 4 persen dari 550.075 orang jumlah pemilih potensial di Samarinda atau 30.871 KTP.

Setelah diverifikasi di PPS, lanjut Ramon, hasil tersebut akan dibawa ke PPK untuk diverifikasi kembali dari tanggal 6 hingga 13 April. Terakhir verifikasi di KPU kota tanggal 14 sampai 21 April.

“Jika lulus verifikasi, mereka bisa mendaftarkan resmi ke KPU sebagai calon wali kota tanggal 22 sampai 29 April mendatang,” tutup Ramon. (fid)


--------------------------------------------------------------------------------------
TRIBUN KALTIM
5 Calon Serahkan KTP Dukungan

Minggu, 21 Maret 2010 | 21:41 WITA


SAMARINDA – Sebanyak lima pasangan calon perseorangan atau independen Pemilihan Walikota (Pilwali) Samarinda 2010 resmi menyerahkan daftar dukungannya ke Komisi Umum Pemilihan Daerah (KPUD) Samarinda. Mereka adalah Riswan Asmaran berpasangan dengan Nasir Waladi, Dani Firnanda dengan Ridwan Effendi, Senci Han dan Carolus Tuah dan Sutrisno-Yulianus Henock.

Penyerahan daftar dukungan berupa KTP masyarakat Samarinda minimal 30.187 buah adalah persyaratan utama yang harus dilakukan oleh calon independen sebelum mendaftarkan diri secara resmi sebagai pasangan calon walikota dan calon wakil walikota dalam Pilwali Samarinda, 2 Agustus mendatang.

"Kami KPUD telah menjadwalkan untuk membuka tahapan penyerahan daftar dukungan itu sejak 15 sampai 20 Maret kemarin. Dan hasilnya sebanyak lima pasangan secara resmi menyerahkan daftar dukungannya," kata Ramoun Ketua Pokja Pencalonan KPUD Samarinda, Minggu (21/3).

Penyerahan itu dikatakannya, belum menjadi jaminan kelima pasangan calon resmi atau sah sebagai calon Pilwali. Selama dua pekan atau 14 hari, KPUD melalui Panitia Pemungutan Suara (PPS) ditiap kecamatan akan melakukan verifikasi secara langsung atas daftar dukungan yang diserahkabn oleh calon independen tersebut..

"Verifikasi dilakukan dengan terjun langsung untuk mengkroscek fotocopy KTP yang mereka serahkan. Makanya sejak awal kami sudah imbau kepada mereka, agar fotocopy KTP yang dikumpulkan harus yang masih hidup (berlaku), dan kalau bisa jangan tepat dengan ketentuan 30.187 KTP tersebut, tapi lebih, jadi kalau diverifikasi ada beberapa yang salah bisa yang lainnya menutupi," ujarnya menjelaskan.

Ditambahkan Ramoun, selama proses penyerahan daftar dukungan, kelima pasangan calon melakukan bermacam-macam cara dalam menyerahkannya. Mulai dari hanya membawa beberapa orang tim sukses, hingga sejumlah calon mengerahkan massa pendukungnya dengan melakukan arak-arakan mobil.

"Tapi memang diakhir-akhir masa penyerahan akan habis atau sekitar tanggal 19 dan 20 Maret kemarin, banyak yang datang. Hari pertama kita buka, masih kosong, kecuali Riswan Asmaran yang berpasangan dengan Nasir Waladi tanggal 18 Maret, mereka sudah menyerahkannya," tambahnya. (aid)

--------------------------------------------------------------------------------------
TRIBUNKALTIM
4 Calon Independen Siap Maju

Jumat, 12 Maret 2010 | 21:42 WITA


SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Samarinda menggelar sosialisasi teknis tata cara pencalonan untuk jalur perseorangan atau independen dalam Pemilihan Walikota (Pilwali) Samarinda 2010, Jumat (12/3). Dari sosialisasi tersebut, empat bakal calon Walikota (cawali) dipastikan bakal maju. Mereka adalah Iriansyah Busro, Dani Firnanda, Riswan Asmaran dan Senchi Han.

Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) Pencalonan KPUD Samarinda Rudiansyah mengatakan, sosialisasi teknis tata cara itu sangat diperlukan mengingat calon independent memiliki tata aturan tersendiri dibandingkan pasangan calon yang diusung oleh Partai Politik (Parpol).

Misalnya sudah kita tetapkan, calon independen yang dinyatakan layak maju adalah yang mampu mengumpulkan dukungan melalui KTP berjumlah 30.187 orang. Yang kemudian nantinya akan kita lakukan verifikasi untuk memantapkannya,” kata Rudi, Jumat (12/3).

Dari teknis itu, menurutnya, yang paling diketahui oleh calon independent adalah proses verifikasi KPUD. Sebab, verifikasi itu akan dilaksanakan secara terbuka atau langsung ke lapangan. Dan ketika dari daftar dukungan KTP yang diserahkan tersebut, tak sesuai maka calon bersangkutan akan dinyatakan gugur atau tak lolos ke tahapan selanjutnya, yakni mendaftar sebagai calon.

Karena itu kami mengimbau, KTP yang dikumpulkan harus benar-benar KTP yang masih berlaku. Termasuk barangkali jumlahnya jangan sampai pas-pasan dengan ketentuan yang telah ditetapkan, hal itu untuk menghindari ketika ada kesalahan dari jumlah KTP yang dikumpulkan tersebut,” ujarnya.

Dikatakannya, sosialisasi dilaksanakan sebab pada tanggal 15 – 20 Maret mendatang, tahapan penyerahan daftar dukungan itu mulai dibuka.

Termasuk juga tadi, kami meminta kepada para calon independent ketika akan menyerahkan daftar dukungan untuk bisa berkonfirmasi dengan KPUD. Hal itu untuk memudahkan kerja KPUD dalam proses verifikasi nantinya,” ujarnya.

Ditambahkannya, karena jadwal tahapan penyerahan daftar dukungan sudah tinggal beberapa hari lagi, kepada calon independent yang akan maju untuk segera mempersiapkan segala sesuatunya. (aid)
------------------------------------------------------------------------------------------
SAMARINDA POS
Rabu, 3 Maret 2010
Setengah Persyaratan Belum Terpenuhi, Sasar Masyarakat Rasional
Mereka yang Nekat Maju Jalur Independen; Sencihan - Carolus Tuah (2)


BERATNYA persyaratan yang dibebankan untuk calon independen pada Pemilihan Walikota (Pilwali) Samarinda 2010 mendatang, bisa saja memupus harapan calon yang berniat maju melalui jalur perseorangan ini.

SETIAP calon independen yang berniat maju pada Pilwali Samarinda Agustus 2010 nanti memang harus mendapatkan minimal 30.871 dukungan masyarakat Kota Tepian dan mesti dibuktikan dengan KTP. Namun, sampai sekarang pasangan aktivis Sencihan dan Carolus Tuah yang juga berniat maju, baru mengumpulkan setengah dari persyaratan tersebut. Padahal, deadline yang diberikan KPUD Kota Samarinda akan berakhir pada pertengahan bulan ini.

Meski begitu, hal tersebut sama sekali tidak membuat pasangan ini menyerah. Sencihan mengatakan, pihaknya terus bekerja keras dengan melakukan mobilisasi massa untuk mengumpulkan dukungan berupa KTP dari masyarakat.

"Sampai sekarang kami baru mengumpulkan sekitar 20 ribu dukungan. Tapi kami targetkan hingga batas akhir nanti kita bisa menambah sekitar 20 ribu dukungan lagi. Karena target kita memang mendapat paling tidak 40 ribu dukungan masyarakat," ujar Sencihan yang juga dikenal sebagai aktivis.

Mengenai hal ini, Sencihan mengaku pihaknya telah melakukan komunikasi dengan KPUD, agar batas akhir pengumpulan persyaratan tersebut dapat diundur. "Tapi keputusan KPUD tidak akan berubah. Yakni pertengahan bulan ini dukungan tersebut sudah harus kita dapatkan. Tapi ini bukan masalah, karena tim sampai sekarang juga terus mengejar target tersebut," urainya.

Kendati begitu, Sencihan mengaku keputusannya untuk maju di Pilwali mendatang bukan karena faktor nekat. Ia mengaku, kendati diprediksi sulit bersaing dengan pasangan-pasangan yang diusung calon dari parpol besar, namun harapan untuk tetap maju masih ada.

"Kami maju karena menganggap peluang masih ada. Jadi tidak ada salahnya jika jalur independen yang kita gunakan," tukasnya lagi.

Menurutnya, keputusannya untuk maju pada Pilwali ini adalah bagian dari cara mereka yang ingin memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. "Keputusan kami maju karena memang ada celah. Kami yakin kelompok masyarakat yang selama ini berpikir rasional bisa menjadi lumbung kami dalam meraih dukungan tersebut," urainya. (Abdurrahman Amin/habis)


-----------------------------------------------------------------------------------------
KALTIM POST
Kamis, 04 Februari 2010 , 08:10:00
Mengamati Perkembangan Pilwali Samarinda (6)
Dani Klaim 30 ribu KTP, Senci Han-Carolus Tuah Yakin Lolos


PERTARUNGAN dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda dipastikan seru. Dua calon yakni Senci Han dan Dani Firnanda dipastikan ikut dalam pencalonan menuju KT 1 Samarinda. Keduanya bahkan sudah bergerak mengumpulkan KTP untuk memenuhi syarat maju dalam Pilwali.
Dari jalur independen Dani Firnandah optimis melangkah maju bersaing merebut kursi Wali Kota Samarinda. “Saya tetap di jalur independen,” tegas Dani Firnandah ketika ditanya kesiapannya maju di Pilwali Agustus mendatang. Optimisme terucap ketika Pria kelahiran Samarinda ini mengklaim telah mengumpulkan 30 ribu KTP sebagai ‘mahar’ yang harus dipenuhi calon independen
Seperti diketahui, persyaratan bagi calon independen memang terbilang berat, sedikitnya harus mengantongi 4 persen KTP dari 700 ribu jumlah penduduk Samarinda atau paling sedikit 28 ribu KTP.
“Saat ini sudah terkumpul 30 ribu KTP, saya optimis bisa tembus 35 ribu, ” ucapnya.
Angkat tersebut, akunya, didapat hanya dalam waktu Satu setengah bulan dengan pendekatan door to door disamping membuka posko-posko ‘penggalaan’ KTP. Tentang figur wakil wali kota yang akan dipilihnya, Dani tidak mempermasalahkan jika figur tersebut berasal dari kalangan politisi.
Sementara itu, kalau Senci Han (34) dan Carolus Tuah (35) ditetapkan KPU lolos dalam pilwali mendatang, pasangan itu dipastikan sebagai termuda dibandingkan calon lainnya. Keuda pentolan Pokja 30 tersebut mengaku, terus mengumpulkan KTP untuk melengkapi syarat lolos verifikasi. Total yang dikumpulkan memang baru 1.500 yang lengkap dengan tanda tangan. Namun, Senci Han menargetkan hingga akhir Maret nanti pengumpulan sudah selesai dilakukan. “Tak masalah. Waktu masih panjang. Memang ada kesulitan dalam pengumpulan KTP. Rata-rata orang Samarinda masih takut kami mintai KTP untuk dukungan, terutama ketika harus membubuhkan tanda tangan,” ungkap Senci kepada Kaltim Post, kemarin.
Terpisah, bakal calon yang digadang-gadang bakal maju adalah Mas Jaya. Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Mulawarman (Unmul) ini awalnya mencalonkan diri menjadi bacawali. Seiring waktu, Mas Jaya terkesen ‘mengintip’ kursi nomer dua dari beberapa nama sudah santer terdengar lebih dahulu.
“Di antara calon wali kota lainnya, mereka lebih populer di masyarakat dan lebih lama melakukan sosialisasi. Bukan berarti saya kalah popularitas, namun jika tidak bisa nomor satu, ya nomor dua juga tidak masalah,” ungkapnya.
Menurutnya, posisi wakil Wali kota dalam hal pengabdian ke masyarakat sama dengan Wali Kota. Meski begitu, ia enggan dikatakan mengincar posisi Wakil Wali kota sebagai loncatan untuk menjadi orang nomer satu.
“Ukuran atau menilai seseorang itu dari hasil karyanya. Jika masyarakat menganggap baik kinerjanya, maka tak menutup kemungkinan maju sebagai calon nomor satu. Tapi jika buruk kinerjanya, maka pasti masyarakat tidak akan memilih,” tegasnya. (azhari hafid/uways alqadrie/habis)
-------------------------------------------------------------------------------------

Jumat, 16 Oktober 2009

PROFIL SINGKAT SENCIHAN






Nama : SENCIHAN

Tempat, Tgl Lahir : NUNUKAN, 30 JULI 1975

Agama : ISLAM

Status Pernikahan : MENIKAH

Isteri : SUKMAWATY ,ST, M.M

Anak : 1 ORANG (RANGGA AZHARI)



1. Pendidikan Formal :

• SDN 001 Dusun Pembliangan-Desa Sebuku (1982-1984)
• SDN 002 Kecamatan Nunukan (1984-1985)
• SDN 009 Kota Samarinda (1985-1986)
• SDN 005 Kota Samarinda (1986-1988)
• SMP 5 Negeri Samarinda (1988-1991)
• SMA 3 Negeri Samarinda (1991-1994)
• FKIP PPKN Universitas Mulawarman – Samarinda (1994-1998)


2. Pendidikan Informal :

• Pelatihan Volunteer Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kaltim (1995).
• Pelatihan Konseling Remaja – Cipta Ceria Etam (CCE) / PKBI Kaltim (1995).
• Pelatihan Pendidik Sebaya untuk HIV/AIDS, Kesehatan Reproduksi – CCE / PKBI Kaltim (1995).
• Pelatihan & Lokakarya Relawan Pemantau Pemilu (KIPP, Leksip, LBB Putijaji) tahun 1999.
• Pelatihan & Lokakarya Pemantau Korupsi (ICW) tahun 2001.
• Pelatihan Investigasi Korupsi (ICW) tahun 2001.
• Pentaloka program transparansi keuangan negara (MTI) tahun 2001.
• Pelatihan FIXER Program National Democratic Institute (NDI) tahun 2002.
• Training-Workshop Manajemen Program (CPT/CSSP-USAID) di Makassar tahun 2002.
• Training Of Trainer (ToT) Monitoring dan Evaluasi Proyek/Program (CPT/CSSP-USAID) tahun 2002.
• Training-Workshop Penulisan proposal program/proyek (USC.Satunama-CSSP) di Yogyakarta tahun 2003.
• Training & Workshop Valuasi Sumberdaya Alam (NRM) Tahun 2003.
• Training-Workshop untuk konsultasi-evaluasi penyusunan indikator sukses program Asian Development Bank (ADB) di Jakarta tahun 2003.
• Pentaloka Anggaran Daerah Berbasis Kinerja (FITRA) tahun 2003.
• Training Monitoring & Advokasi APBD (FITRA) tahun 2003.
• Training Anggaran Kinerja (ICMA-BIGG) tahun 2003.
• Training-Workshop Fundraising Public for NGO (NDI, ICW) di Jakarta tahun 2004.
• Training & Workshop POLITICAL TRACKING (ICW, LSPP) di Jakarta tahun 2004.
• Training campaign & organizing winning the local election (SSS,JCG) di Bogor tahun 2005.
• Training Survei Opini Publik di Jakarta tahun 2005.
• Pentaloka Manajemen Perkotaan (ITB) di Bandung tahun 2007.
• Kursus Manajemen Kepemimpinan (PPM) di Jakarta tahun 2007.


3. Riwayat Pekerjaan :

• PJUP. Unit Konseling Remaja CCE-PKBI Kaltim (1995-1996).
• Sales PT.DXN (1998-2000).
• Fixer NDI di Kaltim pada program penguatan kapasitas lima partai politik pemenang pemilu tahun 1999 (Golkar, PDIP, PPP, PAN, PKB) (2001-2002).
• Project Manager – Public Service Reform - Pokja 30-CSSP/USAID (2002-2003).
• Managing Partners Grup ASPeK Kaltim (2005-sekarang).
• Local Associates PT.Puri Consulting Jakarta untuk wilayah Kaltim (2004-2006).
• Manajer Usaha Perkasa Tour & Travel (2007-2009).
• Direktur CV. Intidaya Kurir & Kargo (2008-sekarang).
• Owner Bussines Dealer Pulsa Super (2009-sekarang)
• Operasional Agen PT.CV.Titipan Kilat (2009-sekarang)


4. Riwayat Organisasi :

• Wakil Ketua OSIS SMP 5 Negeri Samarinda (1989-1990).
• Wakil Ketua Palaga SMA 3 Negeri Samarinda (1992-1993).
• Pengurus HMJ IPS FKIP Unmul (1995-1996)
• Relawan CCE-PKBI Kaltim (1995-1997)
• Pengurus UKM. IMAPA Unmul (1995-1996).
• Anggota Badan Pengawas Kopma Unmul (1996-1998).
• Ketua Umum Senat Mahasiswa Unmul (1997-1998).
• Pendiri UKM. Tajuk 9 Unmul (1999).
• Anggota Badan Pendiri FH. Pokja 30 (2000-sekarang).


5. Penghargaan & Prestasi :


• Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah bidang sejarah tingkat nasional yang diadakan oleh LIPI kategori pelajar tingkat SLTP tahun 1991 mewakili provinsi Kaltim.

• Juara III lomba lintas alam se kota samarinda mewakili PALAGA SMA 3 Negeri Samarinda tahun 1992.

• Juara I lomba diskusi dan debat LP2P4 BP7 tingkat perguruan tinggi se kota samarinda mewakili UNMUL tahun 1996.

• Juara I lomba diskusi dan debat LP2P4 BP7 tingkat perguruan tinggi se provinsi Kaltim mewakili Kota Samarinda tahun 1996.

• Juara harapan III lomba diskusi dan debat LP2P4 BP7 tingkat perguruan tinggi se indonesia (nasional) mewakili provinsi Kaltim tahun 1996.

• Juara I lomba diskusi dan debat LP2P4 BP7 tingkat perguruan tinggi se kota samarinda mewakili UNMUL tahun 1997.

• Juara I lomba diskusi dan debat LP2P4 BP7 tingkat perguruan tinggi se kaltim mewakili kota Samarinda tahun 1997.

• Juara III lomba diskusi dan debat LP2P4 BP7 tingkat perguruan tinggi se indonesia (nasional) mewakili provinsi Kaltim tahun 1997.

• Relawan Teladan CCE-PKBI Kaltim tahun 1996.

• Penghargaan sebagai peserta training Manajemen Monitoring dan Evaluasi Proyek atau program dari CPT/CSSP-USAID tahun 2002 di Makassar.

• Penghargaan sebagai peserta workshop Penyusunan indikator dan monitoring proyek Asian Development Bank tahun 2003 di Jakarta.

• Penghargaan sebagai peserta training writing project proposal USC.SATUNAMA-CSSP-USAID tahun 2002 di YogyakartaJuara Harapan I Lomba Diskusi LP2P4 Mewakili Provinsi Kaltim di Tingkat Nasional Kategori Perguruan Tinggi (BP7 Pusat) di Jakarta tahun 1996.

6. Kiprah diberbagai bidang :


• Sebagai Fasilitator dan Nara Sumber diberbagai kegiatan pelatihan pendidik sebaya (peer educator) untuk remaja di kota samarinda dan kota balikpapan dalam hal pedidikan kesehatan reproduksi dan penanggulangan HIV/AIDS, aktif juga menjadi nara sumber pada acara konsultasi interaktif curhat kalangan remaja di radio baik di RRI Pro 2 Samarinda, Radio Paras Samarinda, Radio Suara mahakam Samarinda. tahun 1995-1996.

• Aktif sebagai nara sumber di berbagai kegiatan seminar, lokakarya, pelatihan, dan lain-lain, aktif juga menulis opini di media massa dan sebagai nara sumber juga pengamat dipemberitaan berbagai media baik elektronik (Radio dan TVRI) maupun media cetak surat kabar dan majalah (Kaltimpost, Pos Kota, Koran Kaltim, Suara Kaltim, Tribun Kaltim, Samarinda Pos, KOMPAS, TEMPO, FORUM, GATRA, BONGKAR, EKSTREEM, dll)dalam berbagai tema mulai dari persoalan korupsi, Tata Pemerintahan, Pelayanan Publik, Politik hingga otonomi daerah. tahun 1997 s/d 2009.

• Beberapa kali terlibat sebagai pembicara, moderator dan inisiator kegiatan para pakar dibidangnya ditingkat nasional , pada kegiatan-kegiatan seminar, lokakarya dan dialog publik yang dilaksanakan di kota samarinda. para pakar tersebut diantaranya Revrisond Baswir, Ichsanuddin Norsy, Faisal Basri, Harun Al Rasyid (Guru Besar Hukum Tata Negara UI), Teten Masduki, Ryaas Rasyid, Andi Malarangeng, Ali Kodra, dll. juga dengan pakar-pakar ditingkat lokal seperti Pak Sarosa Hamongpranoto, Alm.Noor Syamsu Agang, Alm. Arifin Leo, Sugeng Hariyadi, Rusmadi,P.hd, Prof.Sutadji, Iswan Priady, dll. tahun 2001-2009.

• Terlibat aktif dalam penggalangan dukungan warga baik berupa pakaian bekas, sembako,dll untuk membantu korban bencana Tsunami di aceh melalui kerjasama antara POSKO TSUNAMI POKJA 30 dengan Tribun Kaltim dan Stasiun Metro TV tahun 2004, juga beberapa posko bencana banjir tahun 1998 dan 2008-2009 dan kebakaran yang terjadi dikota samarinda tahun 2004-2009.

• Terlibat aktif dalam penulisan jurnal bulanan Political & Economic Brief (PEB) PT. Puri Consulting sebagai local associates region kaltim yang melibatkan para pakar dan mantan pejabat negara dalam proses penulisannya seperti Bara Hasibuan, Faisal Basri, Kuntoro Mangkusubroto (mantan Menteri PU dan sekarang kepala Badan Rehabilitas ACEH), Rozik B Soecipto (Mantan Dirjen Pertambangan Umum dan Menteri PU), Ben Subrata,dll. tahun 2005-2008.

• Sebagai asisten fasilitator program pendidikan dan pengembangan kapasitas manajemen-strategi-anggaran untuk 5 partai politik pemenang pemilu nasional tahun 1999 (GOlkar, PDIP, PAN, PPP, PKB)yang dilaksanakan oleh National Democratic Institute (NDI) di provinsi Kaltim bekerjasama dengan pengurus wilayah 5 parpol tingkat provinsi kaltim . tahun 2001-2002.

• Kontributor BUKU 'menguak tabir kelola alam' terbitan APKSA Kaltim tahun 2001, Penyusun dan editor BUKU 'Air, Keadilan untuk semua' terbitan FH. Pokja 30 dan BUKU 'perencanaan anggaran (APBD) yang partisipatif' terbitan FH. Pokja 30.



7. Latar Belakang keluarga :


Sejak kelas empat SD (1985) sudah menetap di Kota Samarinda hingga sekarang. Nama sencihan pada saat awal diberikan oleh nenek dari pihak bapak senci, Ejaannya adalah Senjihan, Namun diakte kelahiran dan ijasah SD tertulis Sencihan dan digunakan hingga sekarang sebagai nama resmi. Nama panggilan (nama kecil) senci yang diberikan oleh keluarga dari pihak ibu senci adalah Nanang dan sampai sekarang nama panggilan itu lebih akrab di kalangan keluarga ketimbang nama sencihan.

Berasal dari latar belakang keluarga sederhana dan dari latar belakang sukubangsa campuran ; Toraja, Sunda, Banjar, India.

Orang tua; Hanafiah (Bapak) dan Hj.Masliah.T (Ibu) , kedua orang tua pensiunan tenaga medis, Saudara (Adik) kandung 1 orang (Delvi Hanifah,Amd.Kep) juga berprofesi sebagai tenaga medis. Adik Ipar (M.Hamzah,Amd.Kep) juga berprofesi sebagai tenaga medis.

Kakek senci dari pihak ibu ; Alm.Muhammad Taliyo

Kakek senci dari pihak bapak ; Alm. Matius Paga

Nenek senci dari pihak bapak ; Alm. Dijjah Rahmah Serang Kadir

Nenek senci dari pihak ibu ; Alm. Siti Fatimah

Sencihan menikah pada tgl 21 april 2007 dengan Sukmawaty,ST,MM, Puteri atau anak ketiga dari pasangan H.Zubair Ischak dan Hj. Siti Murtinah dan Sukmawaty juga berlatarbelakang dari keluarga sederhana dan berasal dari latar belakang sukubangsa campuran Bugis Bone dan Jawa Tengah.

Buah hati pertama dari sencihan dan sukmawaty seorang putra bernama Rangga Azhari, Lahir pada tanggal 10 Pebruari 2008.

SENCI ON AIR 1 : PERSIAPAN MENUJU BALAIKOTA SAMARINDA



TRANSKRIP WAWANCARA RADIO SENCI FOR WALIKOTA. MARET 2009

W : Apakah anda serius akan maju berkompetisi dalam pilwali samarinda tahun 2010 ?, Beberapa kalangan beranggapan anda tidak serius dan apalagi anda dikenal terkesan alergi pada dunia politik parktis, terbukti beberapa tawaran dari parpol agar anda jadi calon anggota legislatif mewakili parpol-parpol itu dari pemilu tahun 1999, 2004 dan tahun 2009 ini, anda tolak semua. Tanggapan anda ?

S : Saya serius untuk maju dalam pilwali samarinda tahun 2010,makanya dari sekarang saya sudah mulai bergerak untuk menyakinkan beberapa kalangan soal kompetensi kepemimpinan saya. Saya tidak alergi dengan dunia politik bahkan cukup mendalaminya, Tahun 2001 s/d 2002 saya bahkan mendampingi dan melakukan asistensi untuk pengembangan kapasitas pengurus-pengurus wilayah lima parpol dikaltim yang juga sebagai pemenang pemilu nasional tahun 1999 (Golkar,PDIP,PPP,PAN,PKB) bersama National Democratic Institute (NDI).

W : Dalam beberapa even pilsungkada, terkait strategi untuk memenangkan kompetisi, Terkadang ada kandidat terutama incumbent biasanya yang memang menciptakan kandidat bayangan untuk memecah suara pesaingnya, apakah anda termasuk atau tidak termasuk kategori bakal kandidat pemecah suara itu?

S : Yang jelas saya bukan tipe politisi yang bisa untuk dikendalikan siapa saja, apalagi menjadi boneka kekuatan politik tertentu, Terkadang bahkan saya lebih memilih melawan ketimbang pasrah. Untuk anda ketahui, saya maju untuk menang.

W : Mengapa anda tidak menempuh jalur karier politik secara bertahap misalkan dengan menjadi anggota dewan dulu baru kemudian berkompetisi dalam ajang pilsungkada?

S : Maunya saya ya seperti itu, tapi saya menilai sejak tahun 1999 sampai dengan tahun 2009, manajemen dan proses rekrutmen di partai-partai politik tidak banyak berubah, Kader partai politik dihampir semua parpol tidak memiliki hak otonom yang lebih luas untuk mengelola konstituen dan mengawal kebijakan eksekutif. Maka dari itu, karena pintu untuk menjadi kepala daerah dari jalur calon perseorangan sudah dibuka, Saya pikir ini peluang yang sangat bagus bagi saya untuk mengaplikasikan segala kemampuan dan sumberdaya yang saya miliki beserta gagasan-gagasan saya yang selama ini lebih banyak terpendam diruang-ruang publik yang terbatas untuk di ’Go Public ’ kan.

W: apa saja yang sudah anda persiapkan atau lakukan terkait majunya anda ke pentas pilwali samarinda tahun 2010 nanti ?

S: pada tahap awal saya sudah membuat semacam draft visi-misi dan program kerja ya, tentang apa yang ingin saya buat atau lakukan sebagai kepala daerah dikota Samarinda. Saya juga sudah mensosialisasikan keinginan saya untuk maju berkompetisi dalam pilwali samarinda tahun 2010 nanti pada pihak keluarga dan kerabat, Teman-teman saya dan beberapa kalangan yang saya anggap memiliki pengaruh luas di kota ini dan respon mereka positif atas inisiatif saya ini. Saya juga sudah mulai melakukan aktivitas-aktivitas publikasi dan akan semakin meningkat frekuensi dan luas cakupannya pada hari-hari kedepan. Juga mulai melakukan rekrutmen tim pemenangan.

W : kalau dilihat dari tempat kelahiran, anda tidak lahir dikota samarinda dan mungkin tidak dibesarkan dikota ini, padahal anda juga tahu saat ini juga cukup kuat persepsi yang terbangun di masyarakat kebanyakan, bahwa pemimpin kota samarinda diharapkan dari mereka yang lahir dan besar di kota samarinda bukan ’orang luar ’ ? dan diharapkan berasal dari suku bangsa ’asli ’ samarinda oleh kelompok-kelompok tertentu. tanggapan anda ?

S : saya lahir didesa sebuku – Nunukan, kenapa lahir disana,karena orang tua saya PNS tenaga medis yang menjalani ikatan dinas di nunukan. Saya baru ikut orang tua pindah ke Samarinda pada saat saya mulai duduk dikelas 4 SD, jadi mulai kelas 4 SD saya sudah menjadi warga kota samarinda. Ayah saya lahir dibalikpapan besar di Berau, Ibu saya lahir dan besar di sanga-sanga. Kalau soal sukubangsa , saya sudah gado-gado banget, Kakek dari ayah saya dari suku toraja, nenek dari ayah saya keturunan India-pakistan. Kakek dari ibu saya dari suku sunda, Nenek dari ibu saya dari suku Banjar, jadi dalam diri saya sudah campur aduk antara toraja, banjar, india-pakistan dan sunda. Soal tuntutan agar kepala daerah berasal dari orang daerah, saya memahami aspirasi itu, saya tidak menyalahkan orang beraspirasi seperti itu, karena bisa saja memang ada masalah di situ, ini kan soal macetnya komunikasi dan keadilan serta kesetaraan. Sejak masa kanak-kanak saya sudah berbaur dengan anak-anak seusia saya dari suku-suku lokal (orang dayak dan tidung) didaerah sebuku, Rumah tempat tinggal sekaligus puskesmas yang saya tempati bersama orang tua saya disebuku merupakan tempat penyinggahan warga dari daerah hulu sungai sebuku sebelum mereka menuju pulau nunukan. Makanya ketika saya dewasa persoalan pluralisme dan ketidak adilan yang diterima oleh masyarakat lokal bukanlah sesuatu yang baru untuk saya.

W : Apa latar belakang atau alasan mendasar anda untuk maju berkompetisi dalam pilwali samarinda tahun 2010 nanti ?

S : Saya menilai ada yang keliru dalam manajemen dan pengelolaan kota ini sehingga berbagai macam persoalan dikota ini semakin hari semakin menumpuk dan tidak berkurang. celakanya cara-cara pemerintah untuk mengatasi persoalan-persoalan itu sangat parsial sehingga tidak menyelesaikan akar dari persoalan itu sendiri, Padahal kota ini memiliki potensi dan sumberdaya yang cukup besar untuk keluar dari persoalan-persoalan yang melingkupi kota ini. Saya pikir mereka di pemkot itu paham benar apa yang harus di lakukan untuk menyelesaikan persoalan di kota ini, Tapi kemauan dan tekad untuk hal itu tidak ada, mereka justru sibuk tenggelam dalam urusan-urusan seremoni-rutinitas birokrasi dan kepentingan materi individu. Dalam urusan yang sangat biasa saja seperti pemeliharaan aset daerah dan sarana – prasarana umum, Mereka gagal mengurusnya dengan benar.

W : Apakah anda sudah punya gambaran akan menggunakan jalur yang mana, diusung parpol atau melalui calon perseorangan untuk maju berkompetisi sebagai calon walikota samarinda ? dan apa alasan anda menggunakan jalur tersebut ?

S : Saya akan maju melalui jalur calon perseorangan, alasan saya simple saja yaitu ini sarana yang tersedia dan bisa dikelola sejak dini dan sumberdaya saya lebih siap melalui jalur ini. Kalau lewat jalur partai politik, paling tidak saya harus tunggu minimal sampai dengan akhir tahun 2009, itupun parpol-parpol baru pada tahap melakukan pendaftaran calon-calon bakal calon kepala daerah yang mau di usung dan belum tentu kita pasti diusung parpol. Pilihan saya ini ini lebih kepada alasan taktis dan teknis pengelolaan sumberdaya waktu dan tenaga.

W : Sudah sejauhmana kesiapan persyaratan administrasi yang anda butuhkan untuk maju melalui jalur calon perseorangan tersebut ?

S : Dari persyaratan minimal jumlah dukungan 4 % dari jumlah penduduk di Kota Samarinda (30.000 s/d 40.000 dukungan perorangan) sesuai dengan ketentuan yang ada, saya sudah mengantongi -/+ 5.000 dukungan melalui KTP dan pernyataan dukungan warga di 2 kecamatan (Utara dan Ulu).

W : Apakah anda tidak membuka peluang untuk maju melalui jalur partai politik atau ikut berkompetisi dalam seleksi internal pengusungan calon dari partai politik ?

S : saya tetap fokus dan tim juga fokus pada penggalangan dukungan untuk maju melalui jalur perseorangan karena kami berpacu dengan waktu.

W : Bila dalam perjalanannya nanti, ternyata ada parpol atau gabungan parpol yang berniat menyandingkan anda dengan calon dari internal mereka ,dimana anda dipromosikan untuk mengisi calon wakil walikotanya dan bila anda setuju mereka pasti akan mengusung anda , apa keputusan anda ?

S : Saya serahkan sepenuhnya pada orang-orang yang mendukung saya, yang jelas saya dengan tim memenuhi syarat minimal maju dari jalur perseorangan dulu. Persoalan ada penawaran atau ajakan berkoalisi, saya pikir itu soal bagaimana nanti, yang jelas soal-soal seperti ini juga sudah kami diskusikan di tim dan kami punya standar keputusan seperti apa yang akan diambil nanti.

W : Seperti kita ketahui bersama, ada beberapa bakal kandidat yang diprediksi akan maju bersaing dalam pilwali samarinda tahun 2010 nanti, walaupun mereka belum secara terang-terangan mendeklarasikan dirinya maju seperti ; Pak Sjaharie Jaang (Wakil Walikota Samarinda sekarang), Pak Nusyirwan Ismail (Mantan Cagub Kaltim dan sekarang kepala BPMD Prov.Kaltim), Pak Andi Harun (Anggota DPRD Kaltim), Mereka-mereka ini adalah figur-figur yang cukup populer dan familiar di kota Samarinda dan untuk saat ini berdasarkan pengamatan dan data-data hasil survei mereka lebih populer dan ’mengakar ’dibandingkan anda, Bagaimana anda bisa yakin bahwa anda bisa membuka peluang persaingan anda menjadi lebih terbuka dan berimbang dengan mereka-mereka tersebut ?

S : Saya dengan tim sudah mengukur dan memetakan kekuatan dari beberapa bakal calon kompetitor jauh hari sebelumnya, melalui serangkaian kegiatan riset yang khusus untuk pemetaan seperti itu. Peluang persaingan itu masih sangat terbuka dari hasil kajian tim pemenangan, Tim saya juga sudah membuat berbagai macam skenario pemenangan.

W : Menurut anda, siapa lawan terberat anda dari sekian bakal kandidat tersebut ?

S : Semua bakal kandidat yang anda sebutkan tadi, menurut hemat saya mereka semua memiliki peluang yang sama, Masing-masing dari mereka memiliki segmentasi pemilih dan jaringan kerja yang berbeda-beda dan dari pemetaan kami,mereka sebenarnya sama kuatnya dan saya dengan tim sudah memetakan keunggulan dan kelemahan mereka satu persatu.

W : Seorang kandidat tentu telah mempertimbangkan segala sesuatunya, demikian juga anda tentunya, apakah anda sudah menimbang-nimbang dengan siapa kira-kira anda akan berpasangan maju dalam pilwali samarinda ?

S : Sama seperti jawaban saya atas pertanyaan anda soal tawaran koalisi dari parpol, soal wakil, saya serahkan sepenuhnya pada orang-orang yang mendukung saya, yang jelas soal-soal seperti ini juga sudah kami diskusikan di tim dan kami punya standar keputusan seperti apa yang akan diambil nanti. Sampai dengan saat ini tim saya telah menginventarisir kurang lebih 18 nama sebagai calon pendamping, Nanti pada waktunya akan kami sampaikan kepada publik soal siapa bakal calon pendamping saya.

W : Bagaimana bila , ditengah jalan nanti tingkat keterpilihan anda tidak sebagaimana yang anda harapkan, dan peluang anda justru berada pada posisi wakil walikota bukan walikota ?

S : Saya akan telaah dulu,mengapa tingkat elektibiltas saya jauh dari target bersama dengan tim, Nanti akan terbaca dengan jelas dan terang apa masih ada harapan atau tidak, jadi perlu saya tegaskan sejak awal, saya tidak akan ngotot untuk tetap maju ke ajang pilwali sebagai calon walikota dengan tingkat elektibilitas yang pas-pas an (> 10 %, 6 bulan sebelum hari pemungutan suara) dan keputusan-keputusan ini akan di konsultasikan dengan para pendukung.

W : Dibandingkan dengan beberapa kandidat yang sudah kenyang ’asam-garam ’ atau sangat berpengalaman di birokrasi pemerintahan, Anda sama sekali belum pernah atau memiliki pengalaman dalam birokrasi pemerintahan, apa jawaban anda atas adanya keragu-raguan akan kompotensi anda untuk memimpin pucuk pemerintahan di pemkot samarinda ?

S : Birokrasi itu sudah ada prosedur tetap atau standar operational procedure nya, menjadi walikota samarinda tahun 2010-2015 bukan pada persoalan berpengalaman dibirokrasi karena dipemkot samarinda itu ada sekian ribu birokrat yang akan membantu walikota melayani masyarakat, Menjadi Walikota itu adalah lebih banyak pada aspek kepemimpinan dan saya memiliki kompetensi kepemimpinan itu pada level CEO dan terlebih lagi walikota samarinda periode berikutnya mesti berani untuk memimpin perubahan dan menjadi teladan birokrasi dibawahnya pada soal kesederhanaan, partisipatif, konsistensi dan transparansi, untuk melahirkan trust di internal organisasi dipemkot. Karena tanpa keteladanan dan trust, walikota akan sulit memaksimalkan sumberdaya birokrasi untuk menjalankan agenda perubahan.

W : Bagaimana dengan soal hubungan antara Pemkot Samarinda dengan DPRD, Pola kemitraan seperti apa yang anda terapkan dengan kalangan di DPRD ? , sedangkan anda sama sekali tidak memiliki ’Kaki’diparlemen karena apabila anda terpilih nantinya, anda terpilih sebagai walikota melalui jalur calon perseorangan. Apakah anda bisa menjamin stabilitas dan kondusifitas hubungan antara Pemkot dan DPRD di Kota Samarinda ?

S : Pertanyaan ini nanti akan menjadi isu yang krusial kedepannya, perspektif hubungan kekuasaan yang terjadi selama ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor kepentingan kelompok dan negosiasi-negosiasi yang rawan berakibat terjadinya tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme. Hal-hal itu kerapkali memicu ketegangan dan silang pendapat antara eksekutif dan legislatif disatu sisi dan mengakibatkan terganggunya hubungan antara keduanya. Yang perlu disadari bahwa lembaga legislatif dan kepala daerah itu sama-sama mendapatkan mandat dari rakyat untuk menjalankan tugas-tugasnya sebagai pejabat publik, fungsi dan tanggungjawab nya saja yang berbeda. Bila saya selaku kepala daerah mengkonsultasikan dan mengusulkan agenda-agenda yang memang menjadi kebutuhan dan aspirasi dari rakyat yang notabene memberikan mandat juga kepada para wakil rakyat itu, Dimanakah letak masalah yang dapat mengakibatkan terganggunya hubungan kerja antara lembaga legislatif dan eksekutif di kota samarinda,demikian pun sebaliknya. Saya justru tidak melihat bakal ada masalah serius pada sisi ini.


W : Visi dan Misi anda untuk Kota Samarinda ?

S : Visi saya adalah TERWUJUDNYA SAMARINDA YANG MAJU, ADIL DAN MAKMUR, Visi tersebut akan dicapai melalui pelaksanaan dari MISI sebagai berikut :

1. Pemenuhan & pemerataan akses bagi setiap warga kota untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik dan meningkatkan kapasitasnya.

2. Samarinda menjadi kota TEPIAN (Teduh, Rapi, Aman dan Nyaman) yang sesungguhnya (bukan sekedar motto atau slogan kota).

3. Melanjutkan pembangunan infrastruktur yang lebih ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing kota.


W : Apa saja hal-hal pokok yang ingin anda benahi atau rubah disamarinda bila anda nanti dipercaya publik dan terpilih menjadi walikota samarinda ?

S : Agenda kebijakan dan program untuk pembenahan dan perubahan bagi kota samarinda yang lebih baik berangkat dari sembilan (9) pokok persoalan yang sampai saat ini masih belum mampu diselesaikan, ditangani dan direalisasikan oleh pemerintah kota Samarinda sekarang, yaitu : (1) Kawasan banjir makin meluas, (2) Krisis ketenagalistrikan, (3) Tata Ruang dan Tata Kota terkait ; Penataan PKL, Kawasan tepian mahakam, Tepi sungai karang mumus, Pengelolaan sampah, Jalur hijau, Taman kota, Pasar-pasar tradisional, Lalulintas, kawasan pemukiman - perdagangan dan pertambangan berwawasan lingkungan berjalan apa adanya tanpa perencanaan terpadu dan target, (4) Masalah sosial kemasyarakatan belum mampu di tangani sepenuhnya seperti Kemiskinan, Pengangguran, Kenakalan Remaja, Peredaran Narkoba dan prostitusi, (5) Pelayanan publik di bidang Kesehatan, Pendidikan, Air bersih, Administrasi kependudukan dan perijinan belum prima dan terjangkau semua kalangan, (6) Manajemen, Sarana dan prasarana penanggulangan bencana (Banjir, Kebakaran,dll) masih belum memadai dan layak fungsi, (7) Badan jalan di jalan-jalan utama dan pinggiran masih banyak yang rusak, berlubang dan tidak layak di lewati oleh kendaraan, (8) Infrastruktur penunjang sektor jasa, Industri dan Perdagangan belum memadai begitupun dengan pola pengembangan antara sektor hulu dan hilir nya belum jelas, (9) Birokrasi dan Legislatif belum sepenuhnya menjalankan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas dan partisipatif. Dalam merencanakan kebijakan dan penganggaran. Sembilan pokok persoalan utama inilah yang akan saya tuntaskan dalam periode masa kepemimpinan saya di balaikota apabila terpilih nanti. Sebagai contoh untuk menanggulangi masalah banjir dikota samarinda, sudah tidak tepat dan relevan apabila bahasa program yang digunakan adalah mengendalikan banjir (Flood Control), Saya punya ambisi untuk membuat kota samarinda betul-betul bebas banjir, kenapa tidak bisa ?!.


W: biasanya setiap kandidat yang akan maju dalam event pilsungkada atau pilpres pasti memiliki jargon atau tagline kampanye atau motto kampanye, apa tagline anda ?


S : Tagline saya belum punya, tapi motto ada, motto ini adalah hal yang mendasari mengapa saya ingin maju dalam pilwali samarinda 2010-2015, Motto ini juga adalah bentuk makro kontrak politik yang akan saya sampaikan nanti kepada publik, Motto itu adalah : ”Pemimpin itu bukan penguasa tapi pelayan publik, Jabatan publik itu adalah tanggungjawab, Sukses pemimpin adalah kepuasan publik (sebagai owner/pemilik kekuasaan pemerintah)”.

Keterangan :
W : WARTAWAN
S : SENCIHAN

Sabtu, 28 Februari 2009

IMPIAN SAMARINDA MENJADI KOTA TEPIAN MASIH SEBATAS SLOGAN DAN WACANA HINGGA SAAT INI




MAKNA & ARTI Samarinda Kota TEPIAN (Teduh, Rapi, Aman dan Nyaman) yang dicanangkan sejak tahun 1999 :

TEDUH : Teduh berarti kota Samarinda ini diharapkan dapat memeberikan pengayoman pada setiap warganya dalam berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya baik kebutuhan jasmani maupun rohani, secara adil dan merata. Selain itu secara fisik diharapkan kota Samarinda akan ditanami pohon-pohon rindang sehingga kota menjadi teduh dn nyajaman.

RAPI : Mengandung makna tertib indah dan bersih dimana terwujud ketertiban yang tercermin dari sikap hidup warga kota dan aparat pemerintah yang mematuhi sebagai peraturan yang berlaku serta tergambar dari wajah kotanya yang bersih, tertata dengan baik dan indah.

AMAN : Berarti tercipta nya suatu kondisi dimana setiap warga kota merasa bebas dari ancaman rasa takut dan aman lahir batin.

NYAMAN : Berarti suatu keadan yang memberikan suasana nyanam dan rasa syukur dari setiap warga kota sehingan menimbulkan rasa gairah masyarakat untuk berbuat dan berpartisipasi dalam pembangunan. Untuk mencapai Samarinda kota "TEPIAN". Pemerintahan kota madya merencanakan berbagai program yang dilaksanakan secara bertahap dan terpadu setiap tahun anggaran, seperti APBN, APBD II, Bantuan Luar Negeri serta partisipasi pihak swasta.


PROBLEM KOTA SAMARINDA SAMPAI DENGAN SAAT INI :

• Kawasan banjir makin meluas.

Penyebab makin meluasnya kawasan banjir di kota samarinda teridentifikasi disebabkan oleh tiga hal, yang pertama yaitu adanya alih fungsi lahan yang mengakibatkan berkurangnya daerah resapan air secara signifikan dengan dibangunnya pemukiman, kawasan pertokoan dan eksploitasi pertambangan di daerah-daerah resapan air dan sekitar resapan air, yang kedua saluran drainase sudah tidak memadai untuk menampung debit air mengalir dan terlebih lagi saluran drainase tersebut tersumbat oleh sampah. Yang ketiga lokasi kota samarinda, yang berada di daerah hilir sungai mahakam memang menjadi kawasan rentan terhadap banjir, banjir yang ada bisa disebabkan karena rusaknya daerah hulu sungai mahakam dan hingga saat ini belum ada kerjasama antara Pemkot Samarinda, Pemkab Kutai Kartanegara dan Pemkab Kutai Barat dalam perawatan daerah aliran sungai (DAS) Mahakam.


• Krisis ketenagalistrikan.

Seiring bertambahnya jumlah penduduk di kota samarinda maka kapasitas pembangkit listrik yang sudah lama ada dan relatif sudah usang dari segi usia pemakaian sudah tidak memadai lagi untuk diharapkan mampu mensuplai listrik guna mencukupi kebutuhan warga kota akan listrik. Terlebih sistem pembangkit listrik di kota samarinda juga terbagi untuk daerah kota balikpapan dan sebagian kutai kartanegara dan biasa disebut dengan sistem grid mahakam. Apalagi sebagian besar energi mesin pembangkit listrik itu masih menggunakan bahan bakar minyak (solar dan bensin) atau PLTD dan baru sebagian kecil menggunakan bahan bakar dari batubara atau PLTU. Perijinan untuk membangun pembangkit listrik atau power plant pun cukup rumit dan terkadang menjengkelkan karena otoritas ketenagalistrikan secara operasional masih terpusat di PLN, belum lagi menyangkut alotnya urusan jual beli daya antara perusahaan pembangkit ketenagalistrikan dengan PLN, sehingga banyak pihak yang semula ingin terlibat dalam pembangunan power plant menjadi mundur teratur. Di lain sisi bila pun ingin membangun power plant tenaga batubara maka persoalan suplai batubara ke pembangkit listrik juga bisa menjadi persoalan krusial karena perbedaan harga beli dan harga jual bila pihak pembangun power plant tidak memiliki konsesi lahan batubara sebagai jaminan stabilnya suplai batubara ke power plant karena pihak pembangun power plant bergantung dari suplai pihak-pihak pemegang kuasa eksploitasi pertambangan. Sumberdaya air juga belum di tindak lanjuti secara serius sebagai alternatif tenaga untuk mesin pembangkit listrik padahal sumbernya cukup melimpah yaitu sungai mahakam.


• Penataan PKL, Kawasan tepian mahakam, Tepi sungai karang mumus, Pengelolaan sampah, Jalur hijau, Taman kota, Pasar-pasar tradisional, Lalulintas, kawasan pemukiman - perdagangan dan pertambangan berwawasan lingkungan berjalan apa adanya tanpa perencanaan terpadu dan target.

Rencana Umum Tata Ruang ataupun Tata Kota dengan konsep zoning dimana kota samarinda telah jelas dibuat peta tata guna lahan dengan kawasan terbangun dan tidak terbangun secara garis besarnya dan lebih mikro lagi sebenarnya peruntukkan lahan di kota samarinda sudah terbagi menjadi kawasan pemukiman, industri, perdagangan dan kawasan resapan air. Namun lagi-lagi pelaksanaan dilapangan dan turunan kebijakan yang dibuat dari konsep zoning itu tidak mematuhi garis besar dari konsep zoning itu sendiri sehingga perencanaan tata ruang dan kota menjadi semrawut dan berimplikasi negatif pada pertumbuhan dan perkembangan kota selanjutnya. Sistem dan manajemen lalulintas di kota samarinda juga bisa di katakan semrawut karena masih banyak badan jalan yang tidak ada marka jalannya juga pembatas jalan jalur kiri dan kanan, lahan parkir kendaraan juga jadi masalah karena menyumbang kemacetan dan dibeberapa tempat trotoar menjadi tempat parkir, beberapa perempatan belum ada traffic light nya, tata tertib pengendara khususnya roda dua juga perlu penertiban lebih serius, pos polisi juga masih terbatas di beberapa perempatan utama saja.


• Masalah sosial kemasyarakatan belum mampu di tangani sepenuhnya seperti Kemiskinan, Pengangguran, Kenakalan Remaja, Peredaran Narkoba dan prostitusi.

program pemkot samarinda untuk membantu warga berpendapatan rendah dan miskin dengan menggratiskan biaya berobat kepuskesmas dan biaya masuk sekolah atau biasa disebut biaya partisipasi sekolah memang cukup bermanfaat namun bukan itu saja pilihan-pilihan kebijakan untuk membantu dan mengangkat derajat warga kota yang berpendapatan rendah dan miskin sekaligus mengatasi dampak dari PHK karyawan disektor perkayuan di kota samarinda, Karena masalah pendapatan, kemiskinan dan pengangguran adalah satu mata rantai yang saling terkait satu sama lainnya dan tidak bisa di atasi dengan program-program parsial yang hanya bermanfaat dalam jangka pendek karena jumlah pendatang ke kota samarinda di pastikan akan semakin bertambah di iringi dengan bertambahnya jumlah penduduk dan secara kuantitas angka kemiskinan dan pengangguran bakal meningkat bila tidak di tangani secara komprehensif dan terukur serta adanya kerjasama dengan pemda-pemda lainnya di kaltim untuk penyaluran tenaga kerja misalnya. Begitupun untuk mengatasi masalah kenakalan remaja (balapan liar, hubungan seks pra nikah, dll), peredaran narkoba dan prostitusi tidak bisa di lakukan secara parsial dan terbatas pada tindakan menghimbau dan menindak person to person dengan razia-razia musiman oleh aparat gabungan.


• Pelayanan publik di bidang Kesehatan, Pendidikan, Air bersih, Administrasi kependudukan dan perijinan belum prima dan terjangkau semua kalangan.

Pelayanan publik yang prima terkait erat dengan efisiensi dan efektifitas pelayanan serta sarana dan prasarana pelayanan. Khusus dibidang kesehatan dan pendidikan, sarana dan prasarana masih banyak yang perlu di benahi dipsukesmas dan sekolah-sekolah dengan sarana dan prasarana masih minim. Untuk administrasi kependudukan, dari segi biaya sudah ada komitmen dari pemkot untuk menggratiskan biaya pembuatan KTP, Akte Kelahiran dan Kartu Keluarga serta memberikan santunan kematian, namun dari segi pelayanan belum maksimal karena waktu proses pembuatan KTP, KK dan Akte Kelahiran masih berkisar 1 minggu lebih. untuk itu diperlukan pembenahan sarana dan prasarana serta manajemen untuk mempersingkat waktu proses pembuatan KTP, Akte Kelahiran dan KK di kantor-kantor kelurahan. Dibidang layanan perijinan, praktek-praktek pungutan liar di luar dari retribusi resmi perlu ditertibkan seperti dalam pembuatan IMB, SITU, SIUP, TDP, dll terkait perijinan selain itu pelayanan juga di harapkan bisa ringkas dan lebih cepat daripada yang ada sekarang dan dalam wadah satu tempat untuk memudahkan urusan. Pada pelayanan air bersih, juga perlu pembenahan serius terkait manajemen urusan komplain pelanggan dan sarana-prasarana jaringan pipanisasi, pemerataan pelayanan serta administrasi keuangan PDAM.


• Manajemen, Sarana dan prasarana penanggulangan bencana (Banjir, Kebakaran,dll) masih belum memadai dan layak fungsi.

Belum adanya manajemen penanggulangan bencana di kota samarinda memperjelas ketidaksiapan pemerintah dalam menghadapi bencana baik banjir, kebakaran, tanah longsor, dll, kegiatan seperti pencegahan, penanganan dan pemulihan berjalan secara parsial dan tergantung sikon dengan melihat reaksi warga kota, upaya nyata yang dilakukan terbatas pada pembuatan posko (yang lebih banyak berasal dari partisipasi warga) dan pemberian sumbangan berupa dana dan sembako pada korban bencana. Khusus untuk penanggulangan bencana kebakaran, tampak benar bahwa seringkali pemerintah tampak kedodoran dalam menanggulangi bencana ini, peralatan dan perlengkapan pemadam kebakaran di kota samarinda sudah pasti harus diremajakan baik dari segi fungsi dan efektifitasnya, hidrant di kawasan-kawasan rawan bencana kebakaran juga minim tersedia, apalagi peralatan P3K untuk memadamkan api ditingkatan RT.


• Badan jalan di jalan-jalan utama dan pinggiran masih banyak yang rusak, berlubang dan tidak layak di lewati oleh kendaraan.

Kerusakan jalan di ruas jalan / badan jalan di kota samarinda di identifikasi disebabkan oleh empat hal saling terkait yaitu lapisan aspal di badan jalan yang tidak kuat, hilir mudiknya kendaraan alat berat seperti trailer, tronton, truk-truk besar kontraktor yang bebas keluar masuk jalan di kota samarinda tanpa di kontrol dan ditimbang berat angkutannya, perbaikan instalasi bawah tanah PDAM-PLN-TELKOM yang seringkali merusak badan jalan dan tidak di monitor serta perbaikan jalan oleh pemkot samarinda yang sekedar tutup lubang gali lubang.


• Infrastruktur penunjang sektor jasa, Industri dan Perdagangan belum memadai begitupun dengan pola pengembangan antara sektor hulu dan hilir nya belum jelas.

Terkait erat dengan rencana umum tata ruang atau tata kota ditambah dengan masih belum adanya sarana perhubungan udara yang representatif dan pelabuhan peti kemas juga sarana jembatan selain jembatan mahakam yang pertama.


• Birokrasi dan Legislatif belum sepenuhnya menjalankan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas dan partisipatif. Dalam merencanakan kebijakan dan penganggaran.

RAPBD dan APBD masih sebatas informasi global dan tidak di uraikan lebih detail kepada publik. Begitupun dengan kebijakan-kebijakan berupa raperda-perda dan surat keputusan. Akses publik juga masih minim untuk mendapatkan dokumen RAPBD, APBD, Raperda, Perda, SK - SK. Laporan pertanggungjawaban juga sebatas seremoni di ruang rapat DPRD, jarang ada ekspose ataupun pertemuan langsung dengan warga di tiap kecamatan atau kelurahan. Laporan audit keuangan juga tidak dibuka kepublik terkecuali publik mencari laporan tersebut di BPK atau BPKP. Partisipasi warga dalam perencanaan dan pembuatan kebijakan anggaran juga masih sebatas pada persoalan menghadiri acara, kalaupun ada penyampaian aspirasi dari publik di masukkan dalam laporan aspirasi publik dalam forum musrenbang tingkat kelurahan ataupun kecamatan karena rencana anggarannya sudah dibuat terlebih dahulu terlepas ada atau tidak masukan dari publik. Pemberdayaan kapasitas publik dalam hal berpartisipasi di perencanaan anggaran pembangunan juga tidak di lakukan. Padahal pemkot juga menyadari bahwa tanpa adanya partisipasi aktif dari masyarakat, program pembangunan di kota samarinda tidak akan sukses.

Catatan : Identifikasi atas problem kota samarinda yang ada hingga saat ini , di rangkum melalui berbagai kegiatan dialog, diskusi, rekapitulasi pemberitaan dimedia massa, hasil riset dan jajak pendapat dan suara warga kota samarinda baik yang di sampaikan melalui saluran media massa maupun melalui hotline TEPIAN CENTRE.