Selasa, 18 Mei 2010

Diskusi Publik "Pemilukada Samarinda, Kandidat Jualan Apa"

Diskusi Publik

2010-05-06 23:43:41
SAMARINDA-Diskusi publik garapan Jurnalis Centre, Kamis (6/5) di Ball Room Hotel Bumi Senyiur, berjalan sukses. Dialog bertema "Pemilukada Samarinda, Kandidat Jualan Apa" dihadiri calon Walikota Samarinda Andi Harun dan Senci Han. Sedangkan Syaharie Jaang diwakilkan Nusyirwan Ismail, perseorangan dihadiri Ridwan Asmaran, serta Sutrisno.
Direktur Eksekutif Jurnalis Centre yang juga Ketua Panitia , Fitriansyah Adisurya usai acara kepada kalangan wartawan, mengatakan bahwa acara dialog ini bisa dikatakan sukses, sesuai harapan. 7 kandidat yang diundang hadir lima kandidat. "Hal ini, tentunya sebuah penghargaan bagi panitia dengan hadirnya para kandidat. Begitu juga para undangan yang hadir, terdiri para tim pemenangan calon, walikota, akademisi, politisi, mahasiswa,OKP-Ormas dan kelompok-kelompok paguyuban memenuhi target. Sehingga menjadi bahan evaluasi untuk mengelar acara yang sama, dimasa kedepannya dengan format yang berbeda," kata Fitri.
Ia menambahkan, hasil dialog ini tentunya, masyarakat bisa menilai siapa calon walikota yang mumpuni dalam memimpin Samarinda nanti. Namun, ia menyayangkan tidak hadirnya kandidat lain.
Dalam dialog yang dikemas menarik, santun, lugas namun cerdas itu. Menghadirkan 4 panelis. Yakni Aktivis anti korupsi, Rahmadani A Rachim, Pakar pendidikan Nanang Riyono, Ambrosius dari Kompas, dan Budayawan Romo.
Dalam kesempatan itu, Nusyirwan mengatakan, stabilitas politik, kearifan, kebersamaan dan keamanan adalah kunci keberhasilan membangun kota. Sebab berinvestasi namun kondisi daerah tidak stabil, tentunya pembangunan sebuah kota tidak akan berhasil.
Soal pertambangan batubara di Samarinda, menurut dia, sah-sah saja. Asalkan, ada legalitas dan amdalnya ada, sebab jika dua-duanya tidak ada itu perlu dipertanyakan selanjutnya ditutup kalau merugikan masyarakat.
"Samarinda pertumbuhan pendatang lebih tinggi, dari pada kelahiran. Untuk itu lapangan pekerjaan harus dibuka seluas-luasnya untuk mengurangi pegangguran," ungkapnya.
Sementara itu, Andi Harun menekankan pembangunan infrastruktur jalan ditingkatkan sebab 50 persen sarana jalan di Samarinda rusak parah. Seharusnya APBD Samarinda sebesar 3,4 triliun dan potensi SDA-nya, mampu membangun Samarinda. Pasar malam yang menjamur harus dikelola dengan baik, Pusam Mania ikon Samarinda dan penataan sungai Mahakam dan Karang Mumus sebagai obyek wisata.
"Untuk itu, siapa yang terpilih menjadi walikota APBD harus dimaksimalkan, untuk kesejahteraan rakyat Samarinda," tegas Andi.
Sedangkan, Ridwan Asmaran. Menekankan untuk mengurangi angka kemiskinan managemen kependudukan harus ditata ulang. Sedangkan pemerataan pembangunan, arahnya harus ke Samarinda Seberang dan Palaran.
Calon indenpendent Senci Han, menekankan pemerintahan yang bersih, Samarinda harus punya indentitas daerah tidak korupsi, tata ruamg juga perlu dibenahi. BUMD harus diserahkan kepada yang berkompeten, "Bila terpilih menjadi walikota, dua keranda mayat akan saya taruh di depan kantor walikota. Jika korupsi Senci han dan Carolus Tuah penghuni pertama masuk keranda itu," kata Carolus.
Kebutuhan rakyat yang mendesak segera dipenuhi, seperti listrik, PDAM, dan pendidikan gratis benar-benar dilaksanakan, jangan terjadi ada sauransi kesehatan ada tapi ngurusnya ribet. " Pendidikan dan kesehatan gratis bukan kebijakan populis, karena itu kebijakan nasional," tegas Senci.
Calon indenpendent Sutrisno yang terlambat hadir, karena menjalani tes kesehatan, menekan perlu pemerintah yang bersih serta peningkatan pembangunan dipelosok-pelosok desa, serta pelayanan yang tidak berbelit-belit. Serta perlunya reformasi birokrasi.
"Seperti pelayanan akte kelahiran, perizinan. Sebaiknya dilayani di kecamatan saja, hal itu demi memudahkan pelayanan kepada masyarakat," ungkap Sutrisno.john

1 komentar:

kpmkt jakarta mengatakan...

sebenarnya yg berani dan muda yg diperlukan...yang tua udah banyak kroninya...boleh jadi dia yg jadi walikota tapi stri bukan sama dia...