Jumat, 16 Oktober 2009

SENCI ON AIR 1 : PERSIAPAN MENUJU BALAIKOTA SAMARINDA



TRANSKRIP WAWANCARA RADIO SENCI FOR WALIKOTA. MARET 2009

W : Apakah anda serius akan maju berkompetisi dalam pilwali samarinda tahun 2010 ?, Beberapa kalangan beranggapan anda tidak serius dan apalagi anda dikenal terkesan alergi pada dunia politik parktis, terbukti beberapa tawaran dari parpol agar anda jadi calon anggota legislatif mewakili parpol-parpol itu dari pemilu tahun 1999, 2004 dan tahun 2009 ini, anda tolak semua. Tanggapan anda ?

S : Saya serius untuk maju dalam pilwali samarinda tahun 2010,makanya dari sekarang saya sudah mulai bergerak untuk menyakinkan beberapa kalangan soal kompetensi kepemimpinan saya. Saya tidak alergi dengan dunia politik bahkan cukup mendalaminya, Tahun 2001 s/d 2002 saya bahkan mendampingi dan melakukan asistensi untuk pengembangan kapasitas pengurus-pengurus wilayah lima parpol dikaltim yang juga sebagai pemenang pemilu nasional tahun 1999 (Golkar,PDIP,PPP,PAN,PKB) bersama National Democratic Institute (NDI).

W : Dalam beberapa even pilsungkada, terkait strategi untuk memenangkan kompetisi, Terkadang ada kandidat terutama incumbent biasanya yang memang menciptakan kandidat bayangan untuk memecah suara pesaingnya, apakah anda termasuk atau tidak termasuk kategori bakal kandidat pemecah suara itu?

S : Yang jelas saya bukan tipe politisi yang bisa untuk dikendalikan siapa saja, apalagi menjadi boneka kekuatan politik tertentu, Terkadang bahkan saya lebih memilih melawan ketimbang pasrah. Untuk anda ketahui, saya maju untuk menang.

W : Mengapa anda tidak menempuh jalur karier politik secara bertahap misalkan dengan menjadi anggota dewan dulu baru kemudian berkompetisi dalam ajang pilsungkada?

S : Maunya saya ya seperti itu, tapi saya menilai sejak tahun 1999 sampai dengan tahun 2009, manajemen dan proses rekrutmen di partai-partai politik tidak banyak berubah, Kader partai politik dihampir semua parpol tidak memiliki hak otonom yang lebih luas untuk mengelola konstituen dan mengawal kebijakan eksekutif. Maka dari itu, karena pintu untuk menjadi kepala daerah dari jalur calon perseorangan sudah dibuka, Saya pikir ini peluang yang sangat bagus bagi saya untuk mengaplikasikan segala kemampuan dan sumberdaya yang saya miliki beserta gagasan-gagasan saya yang selama ini lebih banyak terpendam diruang-ruang publik yang terbatas untuk di ’Go Public ’ kan.

W: apa saja yang sudah anda persiapkan atau lakukan terkait majunya anda ke pentas pilwali samarinda tahun 2010 nanti ?

S: pada tahap awal saya sudah membuat semacam draft visi-misi dan program kerja ya, tentang apa yang ingin saya buat atau lakukan sebagai kepala daerah dikota Samarinda. Saya juga sudah mensosialisasikan keinginan saya untuk maju berkompetisi dalam pilwali samarinda tahun 2010 nanti pada pihak keluarga dan kerabat, Teman-teman saya dan beberapa kalangan yang saya anggap memiliki pengaruh luas di kota ini dan respon mereka positif atas inisiatif saya ini. Saya juga sudah mulai melakukan aktivitas-aktivitas publikasi dan akan semakin meningkat frekuensi dan luas cakupannya pada hari-hari kedepan. Juga mulai melakukan rekrutmen tim pemenangan.

W : kalau dilihat dari tempat kelahiran, anda tidak lahir dikota samarinda dan mungkin tidak dibesarkan dikota ini, padahal anda juga tahu saat ini juga cukup kuat persepsi yang terbangun di masyarakat kebanyakan, bahwa pemimpin kota samarinda diharapkan dari mereka yang lahir dan besar di kota samarinda bukan ’orang luar ’ ? dan diharapkan berasal dari suku bangsa ’asli ’ samarinda oleh kelompok-kelompok tertentu. tanggapan anda ?

S : saya lahir didesa sebuku – Nunukan, kenapa lahir disana,karena orang tua saya PNS tenaga medis yang menjalani ikatan dinas di nunukan. Saya baru ikut orang tua pindah ke Samarinda pada saat saya mulai duduk dikelas 4 SD, jadi mulai kelas 4 SD saya sudah menjadi warga kota samarinda. Ayah saya lahir dibalikpapan besar di Berau, Ibu saya lahir dan besar di sanga-sanga. Kalau soal sukubangsa , saya sudah gado-gado banget, Kakek dari ayah saya dari suku toraja, nenek dari ayah saya keturunan India-pakistan. Kakek dari ibu saya dari suku sunda, Nenek dari ibu saya dari suku Banjar, jadi dalam diri saya sudah campur aduk antara toraja, banjar, india-pakistan dan sunda. Soal tuntutan agar kepala daerah berasal dari orang daerah, saya memahami aspirasi itu, saya tidak menyalahkan orang beraspirasi seperti itu, karena bisa saja memang ada masalah di situ, ini kan soal macetnya komunikasi dan keadilan serta kesetaraan. Sejak masa kanak-kanak saya sudah berbaur dengan anak-anak seusia saya dari suku-suku lokal (orang dayak dan tidung) didaerah sebuku, Rumah tempat tinggal sekaligus puskesmas yang saya tempati bersama orang tua saya disebuku merupakan tempat penyinggahan warga dari daerah hulu sungai sebuku sebelum mereka menuju pulau nunukan. Makanya ketika saya dewasa persoalan pluralisme dan ketidak adilan yang diterima oleh masyarakat lokal bukanlah sesuatu yang baru untuk saya.

W : Apa latar belakang atau alasan mendasar anda untuk maju berkompetisi dalam pilwali samarinda tahun 2010 nanti ?

S : Saya menilai ada yang keliru dalam manajemen dan pengelolaan kota ini sehingga berbagai macam persoalan dikota ini semakin hari semakin menumpuk dan tidak berkurang. celakanya cara-cara pemerintah untuk mengatasi persoalan-persoalan itu sangat parsial sehingga tidak menyelesaikan akar dari persoalan itu sendiri, Padahal kota ini memiliki potensi dan sumberdaya yang cukup besar untuk keluar dari persoalan-persoalan yang melingkupi kota ini. Saya pikir mereka di pemkot itu paham benar apa yang harus di lakukan untuk menyelesaikan persoalan di kota ini, Tapi kemauan dan tekad untuk hal itu tidak ada, mereka justru sibuk tenggelam dalam urusan-urusan seremoni-rutinitas birokrasi dan kepentingan materi individu. Dalam urusan yang sangat biasa saja seperti pemeliharaan aset daerah dan sarana – prasarana umum, Mereka gagal mengurusnya dengan benar.

W : Apakah anda sudah punya gambaran akan menggunakan jalur yang mana, diusung parpol atau melalui calon perseorangan untuk maju berkompetisi sebagai calon walikota samarinda ? dan apa alasan anda menggunakan jalur tersebut ?

S : Saya akan maju melalui jalur calon perseorangan, alasan saya simple saja yaitu ini sarana yang tersedia dan bisa dikelola sejak dini dan sumberdaya saya lebih siap melalui jalur ini. Kalau lewat jalur partai politik, paling tidak saya harus tunggu minimal sampai dengan akhir tahun 2009, itupun parpol-parpol baru pada tahap melakukan pendaftaran calon-calon bakal calon kepala daerah yang mau di usung dan belum tentu kita pasti diusung parpol. Pilihan saya ini ini lebih kepada alasan taktis dan teknis pengelolaan sumberdaya waktu dan tenaga.

W : Sudah sejauhmana kesiapan persyaratan administrasi yang anda butuhkan untuk maju melalui jalur calon perseorangan tersebut ?

S : Dari persyaratan minimal jumlah dukungan 4 % dari jumlah penduduk di Kota Samarinda (30.000 s/d 40.000 dukungan perorangan) sesuai dengan ketentuan yang ada, saya sudah mengantongi -/+ 5.000 dukungan melalui KTP dan pernyataan dukungan warga di 2 kecamatan (Utara dan Ulu).

W : Apakah anda tidak membuka peluang untuk maju melalui jalur partai politik atau ikut berkompetisi dalam seleksi internal pengusungan calon dari partai politik ?

S : saya tetap fokus dan tim juga fokus pada penggalangan dukungan untuk maju melalui jalur perseorangan karena kami berpacu dengan waktu.

W : Bila dalam perjalanannya nanti, ternyata ada parpol atau gabungan parpol yang berniat menyandingkan anda dengan calon dari internal mereka ,dimana anda dipromosikan untuk mengisi calon wakil walikotanya dan bila anda setuju mereka pasti akan mengusung anda , apa keputusan anda ?

S : Saya serahkan sepenuhnya pada orang-orang yang mendukung saya, yang jelas saya dengan tim memenuhi syarat minimal maju dari jalur perseorangan dulu. Persoalan ada penawaran atau ajakan berkoalisi, saya pikir itu soal bagaimana nanti, yang jelas soal-soal seperti ini juga sudah kami diskusikan di tim dan kami punya standar keputusan seperti apa yang akan diambil nanti.

W : Seperti kita ketahui bersama, ada beberapa bakal kandidat yang diprediksi akan maju bersaing dalam pilwali samarinda tahun 2010 nanti, walaupun mereka belum secara terang-terangan mendeklarasikan dirinya maju seperti ; Pak Sjaharie Jaang (Wakil Walikota Samarinda sekarang), Pak Nusyirwan Ismail (Mantan Cagub Kaltim dan sekarang kepala BPMD Prov.Kaltim), Pak Andi Harun (Anggota DPRD Kaltim), Mereka-mereka ini adalah figur-figur yang cukup populer dan familiar di kota Samarinda dan untuk saat ini berdasarkan pengamatan dan data-data hasil survei mereka lebih populer dan ’mengakar ’dibandingkan anda, Bagaimana anda bisa yakin bahwa anda bisa membuka peluang persaingan anda menjadi lebih terbuka dan berimbang dengan mereka-mereka tersebut ?

S : Saya dengan tim sudah mengukur dan memetakan kekuatan dari beberapa bakal calon kompetitor jauh hari sebelumnya, melalui serangkaian kegiatan riset yang khusus untuk pemetaan seperti itu. Peluang persaingan itu masih sangat terbuka dari hasil kajian tim pemenangan, Tim saya juga sudah membuat berbagai macam skenario pemenangan.

W : Menurut anda, siapa lawan terberat anda dari sekian bakal kandidat tersebut ?

S : Semua bakal kandidat yang anda sebutkan tadi, menurut hemat saya mereka semua memiliki peluang yang sama, Masing-masing dari mereka memiliki segmentasi pemilih dan jaringan kerja yang berbeda-beda dan dari pemetaan kami,mereka sebenarnya sama kuatnya dan saya dengan tim sudah memetakan keunggulan dan kelemahan mereka satu persatu.

W : Seorang kandidat tentu telah mempertimbangkan segala sesuatunya, demikian juga anda tentunya, apakah anda sudah menimbang-nimbang dengan siapa kira-kira anda akan berpasangan maju dalam pilwali samarinda ?

S : Sama seperti jawaban saya atas pertanyaan anda soal tawaran koalisi dari parpol, soal wakil, saya serahkan sepenuhnya pada orang-orang yang mendukung saya, yang jelas soal-soal seperti ini juga sudah kami diskusikan di tim dan kami punya standar keputusan seperti apa yang akan diambil nanti. Sampai dengan saat ini tim saya telah menginventarisir kurang lebih 18 nama sebagai calon pendamping, Nanti pada waktunya akan kami sampaikan kepada publik soal siapa bakal calon pendamping saya.

W : Bagaimana bila , ditengah jalan nanti tingkat keterpilihan anda tidak sebagaimana yang anda harapkan, dan peluang anda justru berada pada posisi wakil walikota bukan walikota ?

S : Saya akan telaah dulu,mengapa tingkat elektibiltas saya jauh dari target bersama dengan tim, Nanti akan terbaca dengan jelas dan terang apa masih ada harapan atau tidak, jadi perlu saya tegaskan sejak awal, saya tidak akan ngotot untuk tetap maju ke ajang pilwali sebagai calon walikota dengan tingkat elektibilitas yang pas-pas an (> 10 %, 6 bulan sebelum hari pemungutan suara) dan keputusan-keputusan ini akan di konsultasikan dengan para pendukung.

W : Dibandingkan dengan beberapa kandidat yang sudah kenyang ’asam-garam ’ atau sangat berpengalaman di birokrasi pemerintahan, Anda sama sekali belum pernah atau memiliki pengalaman dalam birokrasi pemerintahan, apa jawaban anda atas adanya keragu-raguan akan kompotensi anda untuk memimpin pucuk pemerintahan di pemkot samarinda ?

S : Birokrasi itu sudah ada prosedur tetap atau standar operational procedure nya, menjadi walikota samarinda tahun 2010-2015 bukan pada persoalan berpengalaman dibirokrasi karena dipemkot samarinda itu ada sekian ribu birokrat yang akan membantu walikota melayani masyarakat, Menjadi Walikota itu adalah lebih banyak pada aspek kepemimpinan dan saya memiliki kompetensi kepemimpinan itu pada level CEO dan terlebih lagi walikota samarinda periode berikutnya mesti berani untuk memimpin perubahan dan menjadi teladan birokrasi dibawahnya pada soal kesederhanaan, partisipatif, konsistensi dan transparansi, untuk melahirkan trust di internal organisasi dipemkot. Karena tanpa keteladanan dan trust, walikota akan sulit memaksimalkan sumberdaya birokrasi untuk menjalankan agenda perubahan.

W : Bagaimana dengan soal hubungan antara Pemkot Samarinda dengan DPRD, Pola kemitraan seperti apa yang anda terapkan dengan kalangan di DPRD ? , sedangkan anda sama sekali tidak memiliki ’Kaki’diparlemen karena apabila anda terpilih nantinya, anda terpilih sebagai walikota melalui jalur calon perseorangan. Apakah anda bisa menjamin stabilitas dan kondusifitas hubungan antara Pemkot dan DPRD di Kota Samarinda ?

S : Pertanyaan ini nanti akan menjadi isu yang krusial kedepannya, perspektif hubungan kekuasaan yang terjadi selama ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor kepentingan kelompok dan negosiasi-negosiasi yang rawan berakibat terjadinya tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme. Hal-hal itu kerapkali memicu ketegangan dan silang pendapat antara eksekutif dan legislatif disatu sisi dan mengakibatkan terganggunya hubungan antara keduanya. Yang perlu disadari bahwa lembaga legislatif dan kepala daerah itu sama-sama mendapatkan mandat dari rakyat untuk menjalankan tugas-tugasnya sebagai pejabat publik, fungsi dan tanggungjawab nya saja yang berbeda. Bila saya selaku kepala daerah mengkonsultasikan dan mengusulkan agenda-agenda yang memang menjadi kebutuhan dan aspirasi dari rakyat yang notabene memberikan mandat juga kepada para wakil rakyat itu, Dimanakah letak masalah yang dapat mengakibatkan terganggunya hubungan kerja antara lembaga legislatif dan eksekutif di kota samarinda,demikian pun sebaliknya. Saya justru tidak melihat bakal ada masalah serius pada sisi ini.


W : Visi dan Misi anda untuk Kota Samarinda ?

S : Visi saya adalah TERWUJUDNYA SAMARINDA YANG MAJU, ADIL DAN MAKMUR, Visi tersebut akan dicapai melalui pelaksanaan dari MISI sebagai berikut :

1. Pemenuhan & pemerataan akses bagi setiap warga kota untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik dan meningkatkan kapasitasnya.

2. Samarinda menjadi kota TEPIAN (Teduh, Rapi, Aman dan Nyaman) yang sesungguhnya (bukan sekedar motto atau slogan kota).

3. Melanjutkan pembangunan infrastruktur yang lebih ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing kota.


W : Apa saja hal-hal pokok yang ingin anda benahi atau rubah disamarinda bila anda nanti dipercaya publik dan terpilih menjadi walikota samarinda ?

S : Agenda kebijakan dan program untuk pembenahan dan perubahan bagi kota samarinda yang lebih baik berangkat dari sembilan (9) pokok persoalan yang sampai saat ini masih belum mampu diselesaikan, ditangani dan direalisasikan oleh pemerintah kota Samarinda sekarang, yaitu : (1) Kawasan banjir makin meluas, (2) Krisis ketenagalistrikan, (3) Tata Ruang dan Tata Kota terkait ; Penataan PKL, Kawasan tepian mahakam, Tepi sungai karang mumus, Pengelolaan sampah, Jalur hijau, Taman kota, Pasar-pasar tradisional, Lalulintas, kawasan pemukiman - perdagangan dan pertambangan berwawasan lingkungan berjalan apa adanya tanpa perencanaan terpadu dan target, (4) Masalah sosial kemasyarakatan belum mampu di tangani sepenuhnya seperti Kemiskinan, Pengangguran, Kenakalan Remaja, Peredaran Narkoba dan prostitusi, (5) Pelayanan publik di bidang Kesehatan, Pendidikan, Air bersih, Administrasi kependudukan dan perijinan belum prima dan terjangkau semua kalangan, (6) Manajemen, Sarana dan prasarana penanggulangan bencana (Banjir, Kebakaran,dll) masih belum memadai dan layak fungsi, (7) Badan jalan di jalan-jalan utama dan pinggiran masih banyak yang rusak, berlubang dan tidak layak di lewati oleh kendaraan, (8) Infrastruktur penunjang sektor jasa, Industri dan Perdagangan belum memadai begitupun dengan pola pengembangan antara sektor hulu dan hilir nya belum jelas, (9) Birokrasi dan Legislatif belum sepenuhnya menjalankan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas dan partisipatif. Dalam merencanakan kebijakan dan penganggaran. Sembilan pokok persoalan utama inilah yang akan saya tuntaskan dalam periode masa kepemimpinan saya di balaikota apabila terpilih nanti. Sebagai contoh untuk menanggulangi masalah banjir dikota samarinda, sudah tidak tepat dan relevan apabila bahasa program yang digunakan adalah mengendalikan banjir (Flood Control), Saya punya ambisi untuk membuat kota samarinda betul-betul bebas banjir, kenapa tidak bisa ?!.


W: biasanya setiap kandidat yang akan maju dalam event pilsungkada atau pilpres pasti memiliki jargon atau tagline kampanye atau motto kampanye, apa tagline anda ?


S : Tagline saya belum punya, tapi motto ada, motto ini adalah hal yang mendasari mengapa saya ingin maju dalam pilwali samarinda 2010-2015, Motto ini juga adalah bentuk makro kontrak politik yang akan saya sampaikan nanti kepada publik, Motto itu adalah : ”Pemimpin itu bukan penguasa tapi pelayan publik, Jabatan publik itu adalah tanggungjawab, Sukses pemimpin adalah kepuasan publik (sebagai owner/pemilik kekuasaan pemerintah)”.

Keterangan :
W : WARTAWAN
S : SENCIHAN

Tidak ada komentar: