Rabu, 03 November 2010

Jaang-Nusyirwan Menang Telak ; Ipong, Andi Harun dan Sutrisno Ucapkan Selamat




Kaltimpost,13 oktober 2010

SAMARINDA - Akhirnya Pilkada Samarinda berlangsung satu putaran. Quick count atau hitung cepat memperlihatkan kemenangan telak pasangan Syaharie Jaang-Nusyirwan. Angka kemenangan pasangan itu 45-46 persen dari hasil dua lembaga survei. Sedangkan di urutan kedua adalah Ipong Muchlissoni-Edy Kurniawan, disusul Andi Harun-Damanhuri.

Syaharie Jaang yang ditemui Kaltim Post tadi malam di rumahnya di Kompleks Citra Griya menyatakan sangat berterima kasih dengan dukungan masyarakat. “Alhamdulillah atas kepercayaan ini. Ini kemenangan masyarakat Samarinda,” ucapnya.

Kediaman Syaharie Jaang tadi malam tampak dipenuhi tamu. Hari ini, dia akan keliling ke rumah-rumah kerabat untuk mengucapkan terima kasih. “Besok malam (13/10), saya akan mengadakan syukuran,” kata wakil walikota Samarinda itu.

Berdasarkan versi Lingkaran Survei Kebijakan Publik (LSKP) dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Syaharie Jaang-Nusyirwan meraih 46,6 persen, Ipong Muchlissoni-Edy Kurniawan mendapat 24,55 persen, dan 19,3 persen untuk pasangan Andi Harun-Damanhuri. Urutan keempat Sutrisno-Yulianus Henock (4,12 persen).

Perhitungan cepat lainnya, yakni versi Analisis Strategi dan Pengembangan Kapasitas (ASPEK) juga tak jauh berbeda. Jumlah suara Syaharie Jaang-Nusyirwan mencapai 45,5 persen, Ipong Muchlissoni-Edy Kurniawan memperoleh 25,3 persen, Andi Harun-Damanhuri di urutan ketiga dengan 17,5 persen suara. Posisi keempat Sutrisno-Yulianus Henock (4,2 persen).

Direktur LSKP Sunarto Ciptoharjono kepada Kaltim Post mengatakan, kemenangan Jaang hampir merata di enam kecamatan, yakni Samarinda Ilir, Samarinda Utara, Samarinda Ulu, Sungai Kunjang, dan Samarinda Seberang. Pasangan tersebut hanya kalah di Kecamatan Palaran. Berdasarkan hitung cepat LSKP, pasangan pemenang di Palaran adalah Andi Harun-Damanhuri yakni meraih 39,66 persen. Untuk Syaharie Jaang-Nusyirwan hanya 29,5 persen.

Pada lima kecamatan lainnya kemenangan Jaa,Nur (sebutan pasangan Jaang-Nusyirwan) cukup mutlak rata-rata di atas 43 persen. Bahkan untuk wilayah Samarinda Ulu, raihan suara pasangan tersebut menembus 52,19 persen. Sedangkan Kecamatan Samarinda Utara yang memiliki daftar pemilih tetap (DPT) terbesar di Kota Tepian, dimenangkan Jaang-Nusyirwan dengan perolehan suara 48,4 persen. “Kemenangan telak Syaharie Jaang-Nusyirwan karena faktor figur yang sangat dikenal masyarakat,” kata Sunarto lagi.

Tentang kemenangan Syaharie Jaang-Nusyirwan tersebut, kandidat wali kota Ipong Muchlissoni yang menjadi penantang terkuat mengatakan, walaupun perhitungan belum selesai tapi kecenderungan Jaa,Nur memang lebih unggul. Capaian itu sejauh ini tanpa kecurangan. “Saya bisa menerima. Usaha sudah kami lakukan. Program sudah disampaikan, tapi memang yang terbaik belum tentu terpilih. Saya yakin ada hikmat di balik semua ini,” ungkapnya.

Calon wali kota Samarinda lainnya, Andi Harun juga menyatakan hal serupa. “Selamat kepada Pak Jaang dan Nusyirwan. Berdasarkan quick count saya harus mengakui itu. Sekali lagi, selamat atas perolehan suara terbanyak itu,” ungkapnya.

Menurut dia, segala upaya untuk menyakinkan pemilih sudah dilakukan. Angka perolehan suara tersebut sudah maksimal. “Meski perhitungan manual belum dilakukan, tapi angka yang ada yang memang memperlihatkan kemenangan Pak Jaang dan Nusyirwan,” tuturnya.

Calon independen, Sutrisno juga menyampaikan selamat untuk pasangan Syaharie Jaang-Nusyirwan. Menurutnya, masyarakat Samarinda sudah memberikan kepercayaan pada keduanya. Semoga pilihan itu yang terbaik untuk kota ini. “Harapan kita pada pemimpin baru sangat besar. Semoga ada perubahan besar pada Samarinda,” tandasnya.

HARI INI

Dalam kesempatan lain, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda Wahiduddin ketika dihubungi Kaltim Post tadi malam menjelaskan, perhitungan manual dimulai hari ini pukul 09.00 Wita hingga selesai. “Kami perkirakan memakan waktu dua hari. Kami tidak akan mengumumkan perhitungan manual tapi langsung menyampaikan hasil rekapitulasi pada 16 Oktober nanti,” ucapnya.

Tentang hasil hitung cepat, ia mengatakan, sah-sah saja lembaga survei memberikan hasil pilkada kepada masyarakat. Tapi hasil akhir tentang siapa wali kota Samarinda harus menunggu ketetapan KPU.

MENANG

Pasangan Syaharie Jaang-Nusyirwan tak hanya menang lima kecamatan, tapi juga di beberapa TPS kandidat lainnya mencoblos. Di TPS 19 yang menjadi tempat pencoblosan Dani Firnanda, pasangan tersebut memperoleh 117 suara. Disusul Ipong Muchlissoni dengan 75 suara, Andi Harun (19 suara), Dani Firnanda (9 suara), Iriansyah Busra (8 suara), Riswan Asmaran (6 suara), dan Sutrisno (2 suara),.

Lalu di TPS 02 Jl Katamso, Syaharie Jaang juga mengungguli Sutrisno dengan 49 suara. Diikuti Sutrisno (41 suara), Ipong (39 suara), Andi Harun (1 suara), Riswan (1 suara), dan Dani Firnanda dapat satu suara. Sementara itu, Andi Harun unggul di TPS 45 Kompleks SPMA Jl Pertahanan Sempaja dengan 227 suara. Disusul Jaa,Nur (95 suara), Ipong (55 suara), Dani Firnanda (5 suara), Sutrisno (2 suara) dan Iriansyah Busra tak mendapatkan suara.

Sedangkan di TPS 19 Perumahan Erliza, Ipong unggul tipis atas Syaharie Jaang. Yakni Ipong (40 suara), Jaang (39 suara), Andi Harun (5 suara), Dani Firnanda (2 suara), dan kandidat lainnya tak dapat suara.

Di kandangnya, TPS 20 Perumahan Citra Griya pasangan Syaharie Jaang-Nusyirwan juga menang telak, mendapat 187 suara, diikuti pasangan Ipong (12 suara), Andi Harun (12 suara), Dani Firnanda (7 suara), Riswan (2 suara). Lalu Iriansyah Busra dan Sutrisno masing-masing 1 suara. (waz/*/wwn/*/adw/*/adc)

====================================================================================


Kaltimpost, Selasa, 12 Oktober 2010 , 06:42:00

Sore Ini Hasilnya Diketahui
509.069 Orang Berhak Pilih Wali Kota Samarinda



CEK KOTAK SUARA: Seorang petugas mengecek kotak suara yang kemarin sudah didistribusikan ke 1.445 tempat pemungutan suara (TPS). Tercatat 509.069 orang yang punya hak memilih wali kota-wakil wali kota Samarinda, hari ini.(aditama/kp)
SAMARINDA - Hari ini 509.069 orang akan menentukan wali kota Samarinda untuk periode lima tahun mendatang. Mereka akan menggunakan hak pilihnya pada enam kecamatan yang ada di Samarinda. Total ada 1.445 tempat pemungutan suara (TPS). Sementara itu, perhitungan cepat (quick count) pemenang pilkada sejak pukul 15.00 Wita mulai diketahui.

Ada tujuh kandidat yang akan bersaing meraup suara sebanyak-banyaknya. Mereka adalah pasangan Riswan Asmaran-M Nasir Waladi, Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail, Iriansyah Busra-Ahmad Faidilham Djafar, Ipong Muchlisoni-Edy Kurniawan, Andi Harun-Damanhuri, Sutrisno-Yulianus Henock Sumual, dan Dani Firnanda-M Ridwan Effendi.

Dari pengamatan Kaltim Post, sejauh ini tiga kandidat sudah merilis hasil survei tentang kekuatan masing-masing calon. Berdasarkan rilis tersebut masih ada dua versi yang berkembang, yakni pilkada satu putaran dan dua putaran.

Tentang hasil pilkada, Direktur Quick Count dan IT Insert Institute Aziz A Suwarsono kepada Kaltim Post mengatakan, hasil hitung cepat bisa diketahui mulai pukul 15.00 Wita. Secara umum dari 400 TPS saja sudah bisa dipastikan kandidat yang bisa memenangkan pertarungan.

“Berdasarkan hitungan kami pukul lima sore, secara umum sudah bisa diketahui siapa pemenang pilkada,” kata Aziz.

Sementara itu, Managing Grup Analisis Strategi dan Pengembangan Kapasitas (Aspek) Kaltim Sencihan menyebutkan, paling lambat pukul 17.00 Wita hasil quick count sudah ada. Sudah ada tim yang disebar untuk melaporkan hasil pilkada di TPS yang ada di enam kecamatan. Kalau hasil perhitungan suara bisa lebih cepat selesai per TPS, mungkin sebelum pukul 17.00 Wita sudah bisa diketahui hasilnya.

Hitung cepat dipastikan tak dilakukan KPU Samarinda. “Kami hanya menghitung manual saja. Setelah semua suara kami kumpulkan dari TPS, tingkat kelurahan, kecamatan baru dibawa ke KPU untuk penghitungan,” ungkap Wahiduddin, anggota KPU Samarinda.

Dalam kesempatan lain, Wali Kota Samarinda Achmad Amins meminta, masyarakat berbondong-bondong menuju TPS sebagai mana harapannya dalam perubahan kota Samarinda.

Dia berharap, pemimpin Samarinda harus mengerti akan aspek pembangunan, dan kepada calon yang menang bisa memahami roh pembangunan di Kota Tepian.

Bagaimana dengan golongan putih atau golput? Pengamat sosial dan politik dari Universitas Mulawarman Samarinda DB Paranoan kepada Kaltim Post memperkirakan jumlah golput cukup banyak. Meski tak menyebutkan persentase, namun angka itu diyakini semakin meningkat karena kebingungan akan hasil survei dari beberapa lembaga.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Arif Budiman mengatakan, Panwas mempunyai waktu tujuh hari untuk menindaklanjuti pelanggaran Pilkada. Namun apabila masih belum selesai, masa tersebut diperpanjang selama tujuh hari. “Apabila pansus sudah ada rekomendasi, dan mengarah pada tindakan kriminal, kami yang akan menindaknya,” ucapnya.

HAK SUARA

Tujuh kandidat wali kota Samarinda dipastikan sudah menerima suara. Semuanya sudah menyatakan tak menyia-yiakan hak suaranya. Perumahan di Kompleks Alam Segar II Jl Perjuangan akan menjadi tempat Riswan Asmaran menyalurkan hak suaranya. Disusul Syaharie Jaang akan mencoblos di TPS 20 Perumahan Citra Griya Jl Adam Malik, dan Iriansyah Busra akan bersama warga Jl Gunung Merbau TPS 4. Kemudian, Ipong Muchlissoni akan menggunakan hak suaranya di TPS 19 Perumahan Erliza Jl Kadrie Oening, Andi Harun dipastikan menggunakan TPS 45 Kompleks SPAM di Jl Pertahanan Sempaja yang tak jauh dari rumahnya. Lalu, Sutrisno akan mencoblos di TPS 12 Jl Brigjen Katamso, dan Dani Firnanda dipastikan berada di TPS 19 Jl Wolter Monginsidi saat menyalurkan hak suaranya.

Bagaimana dengan peluang menang? Sejauh ini rata-rata calon menyatakan hanya bisa pasrah pada kuasa sang Allah. Tentang peluang menang tersebut, Dani Firnanda mengaku, tak bisa memastikan. “Yang penting bagi saya adalah mencalonkan diri untuk rakyat. Saya melihat adanya peluang pilkada berlangsung dua putaran,” ucapnya singkat. (waz/*/adw/*/wwn)

Tidak ada komentar: